Robert Meriwether Incar Aktivitas Tinggi, Target Tiga Laga Lagi Selama 2026
Robert Meriwether baru saja mencatatkan kemenangan penting akhir pekan lalu dengan menumbangkan Cesar Correa. (Foto: Fight TV)
Robert Meriwether sadar betul masih berada di tahap awal karier professional, sehingga satu hal menjadi prioritas utama petinju muda asal Amerika Serikat itu: aktivitas bertanding.
Ia tidak ingin setahun berlalu dengan minim laga seperti yang pernah ia alami sebelumnya.
"Saya ingin sekitar empat pertarungan, minimal," ujar Meriwether saat tampil di program Inside The Ring di DAZN, Senin lalu. "Saya ingin lebih aktif."
Pernyataan itu mencerminkan ambisi kuat petinju berusia 20 tahun tersebut untuk terus berkembang melalui jam terbang di atas ring.
Robert Meriwether baru saja mencatatkan kemenangan penting akhir pekan lalu dengan menumbangkan Cesar Correa, yang saat itu belum terkalahkan, dalam ajang Zuffa Boxing 001 di Las Vegas.
Kemenangan tersebut diraih secara meyakinkan dan menambah catatan rekor sempurnanya menjadi 10 kemenangan tanpa kekalahan, dengan empat kemenangan KO.
Meski demikian, Meriwether menyadari bahwa mengalahkan Correa saja belum cukup untuk memberinya pengakuan luas.
Ia merasa perjalanannya sebagai prospek muda tidak semulus petinju-petinju sensasional seusianya yang cepat mendapatkan sorotan.
Kariernya sejauh ini lebih dibangun melalui proses bertahap, tanpa banyak publisitas besar.
Namun, Robert Meriwether berharap situasi tersebut akan berubah seiring keterlibatannya di bawah bendera Zuffa Boxing.
Promosi ini dipimpin oleh Presiden UFC Dana White bersama Turki Alalshikh, Ketua Otoritas Hiburan Umum Arab Saudi sekaligus pemilik The Ring.
Bagi Meriwether, kehadiran Zuffa membuka peluang baru untuk mendapatkan eksposur, laga berkualitas, dan jalur yang lebih jelas menuju level tertinggi.
Bertanding di kelas junior ringan, target jangka panjang Meriwether tidak main-main. Ia ingin membangun nama besar dan suatu hari nanti meraih lebih dari satu gelar juara dunia.
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, ia menegaskan bahwa aktivitas dan perhatian publik adalah kunci utama.
Pengalaman pahit pada 2023, ketika ia hanya naik ring sekali sepanjang tahun, menjadi pelajaran berharga.
Ia tak ingin fase stagnan itu terulang. Kini, dengan momentum yang mulai terbentuk, Meriwether optimistis masa depannya cerah.
"Saya akan ada di sini cukup lama," katanya percaya diri. "Mulai sekarang semuanya akan terus naik. Kalian akan sering melihat saya. Saya tahu kemampuan yang saya punya. Batasnya adalah langit."
Artikel Tag: Turki Alalshikh