Scottie Scheffler Bangkit, Kembali Bersaing Jelang Putaran Final Masters
Pegolf nomor satu dunia, Scottie Scheffler, bangkit dengan performa impresif pada putaran ketiga Masters Tournament 2026, Sabtu (11/4) waktu setempat. (Foto: Golf Digest)
Pegolf nomor satu dunia, Scottie Scheffler, bangkit dengan performa impresif pada putaran ketiga Masters Tournament 2026, Sabtu (11/4) waktu setempat.
Ia sukses mencatatkan skor 7-under 65 tanpa bogey di Augusta National Golf Club.
Hasil tersebut menjadi skor terbaik Scheffler sepanjang 27 penampilannya di Masters dan membawanya kembali ke dalam persaingan perebutan gelar.
Ia kini terpaut empat pukulan dari pemimpin bersama, Rory McIlroy dan Cameron Young, menjelang putaran final.
Scottie Scheffler tampil agresif sejak awal ronde.
Di hole kedua par-5, ia mencetak eagle setelah pukulan approach-nya mendarat hanya enam kaki dari lubang dan berhasil dikonversi dengan baik.
Momentum itu berlanjut ketika ia menutup sembilan hole pertama dengan tiga birdie beruntun.
Ia membukukan birdie di hole ketujuh, kedelapan, dan kesembilan untuk mencatat skor 5-under 31 pada front nine.
Bahkan, pukulan approach di hole kesembilan sempat mengenai bibir lubang dan nyaris menghasilkan eagle tambahan.
“Saya memukul bola dengan sangat baik hari ini,” ujar Scottie Scheffler. “Permainan iron saya tajam dan memberi banyak peluang.”
Pada back nine, Scheffler menambah dua birdie melalui putt dari jarak delapan kaki di hole ke-11 dan 10 kaki di hole ke-16.
Ia juga memiliki beberapa peluang tambahan, meski sejumlah putt tipis gagal masuk.
Meski demikian, konsistensi permainan tetap menjadi kunci.
Ia mampu menjaga kartu skor tetap bersih dari bogey, termasuk penyelamatan penting di hole ke-18 setelah menghadapi posisi sulit di bawah pohon.
Pukulan pendeknya membawa bola kembali ke fairway sebelum approach berikutnya berhenti hanya beberapa inci dari lubang untuk par.
Penampilan ini menjadi respons atas hasil kurang memuaskan pada putaran kedua, ketika ia mencatatkan skor 2-over 74 yang membuatnya turun di klasemen.
Kini, Scheffler kembali percaya diri untuk bersaing memperebutkan jaket hijau ketiga dalam kariernya. Namun, ia harus mengejar sejumlah pesaing papan atas pada putaran final.
“Saya melakukan apa yang perlu dilakukan untuk memberi diri saya peluang,” kata Scheffler. “Jika saya bisa bermain seperti ini lagi, saya akan berada dalam posisi yang bagus.”
Dengan tekanan tinggi di salah satu turnamen terbesar dunia, Scottie Scheffler menilai tantangan bukan hanya dari lapangan, tetapi juga dari kemampuan mengendalikan emosi.
“Di sini, Anda tidak hanya harus mengalahkan lapangan, tetapi juga diri sendiri,” ujarnya.
Artikel Tag: Rory McIlroy, Masters, Scottie Scheffler