☰
Kanal
✕

Sisi Gelap Casey Stoner yang Kerap Buat Engineer Honda Kewalahan

Penulis: Abdi Ardiansyah
27 Sep 2026, 16:30 WIB

Casey Stoner sering bikin crew Honda bingung karena tak bisa berikan feedback motor secara lengkap.

Berita MotoGP - Casey Stoner dikenal sebagai salah satu pembalap paling berbakat dalam sejarah MotoGP. Namun di balik kecepatannya, engineer Honda Carlo Luzzi mengungkap bahwa Stoner justru sangat minim ketertarikan terhadap sisi teknis motor hingga membuat para teknisi harus bekerja ekstra keras.

Casey Stoner merupakan salah satu pembalap yang dikenal memiliki bakat alami luar biasa di MotoGP. Juara dunia dua kali itu mampu langsung tampil cepat ketika mendapatkan motor yang sesuai dengan kebutuhannya.

Namun karakter Stoner di balik layar ternyata cukup berbeda. Carlo Luzzi, insinyur elektronik Honda yang pernah bekerja bersama Stoner, Marc Marquez, dan Jorge Lorenzo, mengungkap pengalaman uniknya saat menangani ketiganya.

Dalam wawancara dengan jurnalis MotoGP Giovanni Zamagni, Luzzi menyebut Stoner memiliki bakat alami yang luar biasa, tetapi hampir tidak tertarik dengan sisi teknis motor ketika berada di garasi.

"Stoner adalah bakat yang luar biasa, dalam arti bakat murni. Banyak pembalap meraih hasil bagus, Lorenzo meraih hasil, Casey meraih hasil, Marc meraih hasil. Namun Casey meskipun menunjukkan ketidaktertarikan yang sangat besar terhadap segala sesuatu tentang motor ketika dia tidak sedang mengendarainya, mampu melakukan hal-hal yang luar biasa," ujar Luzzi.

Menurutnya Stoner tidak banyak menghabiskan waktu berbicara dengan teknisi atau mencari tahu bagaimana motor bisa dikembangkan. Setelah kembali ke garasi, komentar sang pembalap juga terkadang sangat sederhana.

"Dia tidak tertarik berbicara dengan para teknisi atau mencoba mencari tahu bagaimana meningkatkan motor. Dia kembali ke pit, terlepas dari catatan waktunya yang biasanya paling cepat," kata Luzzi.

Luzzi bahkan mengenang bagaimana Casey Stoner terkadang hanya mengeluhkan motor dengan kata-kata kasar. Namun begitu kembali ke lintasan, pembalap Australia itu mampu memberikan performa yang membuat para teknisi tidak bisa berbuat banyak selain mengaguminya.

"Dia akan mengatakan, 'Motor ini benar-benar buruk.' Tapi kemudian dia membuka gas dengan kedua tangannya dan membuat kami menderita di garasi. Ketika dia berada di lintasan, semua orang akhirnya memaafkannya," ujarnya.

Luzzi kemudian membandingkan Stoner dengan Lorenzo dan Marquez. Menurutnya, Lorenzo memiliki determinasi luar biasa, sementara Marquez merupakan kombinasi paling lengkap.

"Marquez adalah kombinasi bakat Casey Stoner dan determinasi Lorenzo, ditambah sedikit improvisasi. Menurut saya, di antara pembalap yang pernah bekerja bersama saya dan meraih kemenangan, dia adalah yang paling lengkap," kata Luzzi.

Artikel Tag: Marc Marquez, Jorge Lorenzo, Honda, Casey Stoner

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru