Kanal

Spalletti Kritik Chivu tapi Bela Bastoni usai Kontroversi Inter vs Juve

Penulis: Amalia Sihotang
17 Feb 2026, 01:53 WIB

Spalletti Kritik Chivu tapi Bela Bastoni usai Kontroversi Inter vs Juve - sumber: (footballitalia)

Berita Liga Italia — Panasnya Derby d’Italia akhir pekan lalu masih menyisakan bara. Luciano Spalletti, pelatih kepala Juventus, menyorot tajam pernyataan Cristian Chivu terkait Pierre Kalulu sekaligus memberikan pembelaan terhadap bek Inter, Alessandro Bastoni, yang jadi salah satu aktor dalam laga penuh kontroversi tersebut.

Inter keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 3-2 atas Juventus dalam duel sarat emosi di Giuseppe Meazza. Namun, kemenangan itu diwarnai keputusan kontroversial wasit Federico La Penna yang mengusir Kalulu di menit ke-42. Banyak media Italia menilai kartu kuning kedua bagi bek Bianconeri itu sebagai keputusan keliru—bahkan disebut “absurd” dan “tidak ada pelanggaran sama sekali.”

Insiden berawal dari dugaan simulasi Bastoni yang membuat Kalulu terkena kartu kuning kedua. Karena pelanggaran itu bukan kartu merah langsung, VAR tidak dapat turun tangan, dan Bastoni pun luput dari hukuman tambahan meski ia sendiri sudah mengantongi satu kartu kuning.

Tidak heran, ruang ganti Juventus memanas. Spalletti bersama CEO klub, Damien Comolli, terlihat mendatangi wasit di lorong stadion usai laga. Saat itu Spalletti belum memberi pernyataan resmi, karena pihak klub menugaskan Comolli dan Giorgio Chiellini untuk menghadapi media.

Kesempatan bagi Spalletti akhirnya datang menjelang laga play-off Liga Champions melawan Galatasaray. Dalam konferensi pers tersebut, mantan arsitek Napoli itu menumpahkan kekesalannya pada komentar Chivu yang menyinggung Kalulu.

Chivu sebelumnya menyebut bahwa Kalulu seharusnya tidak “memaksa wasit membuat keputusan” dan menambahkan bahwa meski kontaknya ringan, pemain Inter merasa masih ada sentuhan. Ucapan ini memantik respons keras Spalletti. “Pierre adalah pemain yang baik dan berperilaku sopan. Mendengar ia diserang oleh pelatih lawan sungguh di luar dugaan saya,” ujar Spalletti.

Pelatih berpengalaman itu menegaskan, dirinya enggan ikut menjelekkan pemain tim lain. “Bicara soal simulasi berarti menghina sepak bola. Saya harus membawa tim ini ke level di mana drama semacam itu tidak menentukan hasil laga kami,” tegasnya. Spalletti juga menambahkan bahwa pertandingan seperti ini menjadi ujian kedewasaan bagi para pemainnya.

Usai laga, muncul suara-suara yang mendesak agar Bastoni dikeluarkan dari skuad tim nasional Italia karena dianggap tidak sportif. Ketika dimintai tanggapan, Spalletti—yang pernah menukangi Azzurri—segera membela sang bek. “Gattuso berhak memilih siapa pun yang ia anggap pantas. Itu bukan ranah saya lagi, tapi keyakinan saya, pelatih harus punya kebebasan penuh,” ujar Spalletti diplomatis.

Kontroversi di Derby d’Italia kali ini tampaknya belum akan mereda. Namun bagi Juventus dan Spalletti, pesan yang ingin disampaikan jelas: bukan hanya soal keputusan wasit, tapi soal bagaimana tim bereaksi dan tumbuh dari ujian paling panas di Serie A musim ini.

Artikel Tag: Juventus, Luciano Spalletti, Inter

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru