Aryna Sabalenka Kuak Saran-Saran Yang Ia Diskusikan Dengan Novak Djokovic
Aryna Sabalenka dan Novak Djokovic [image: getty images]
Berita Tenis: Aryna Sabalenka dan Novak Djokovic merupakan dua mana besar di dunia tenis dan telah menjalin hubungan dekat selama bertahun-tahun.
Kedua bintang tenis sering terlihat bertukar lelucon di Grand Slam seperti French Open dan Wimbledon. Tetapi hubungan mereka lebih dari sekadar pertarungan dansa dan tingkah laku di konferensi pers.
Petenis peringkat 1 dunia kini mengungkapkan kunci penting dari saran taktikal yang petenis berkebangsaan Serbia, Djokovic berikan kepadanya.
Dalam wawancara yang diunggah melalui channel YouTube, First&Red, juara Indian Wells Open musim 2026 menjelaskan bagaimana peraih medali emas Olimpiade di Paris tahun 2024 membantunya meningkatkan pengembaliannya.
“Kami berbicara sekali dan saya benar-benar menyukai game pengembaliannya,” aku Sabalenka. “Kami berbincang-bincang, jadi, saya bertanya, ‘Dengar, apa yang kau fokuskan saat berdiri di sana menunggu untuk mengembalikan bola? Karena, ya, pengembalianmu lebih baik’.”
“Ia mengatakan, ya, pertama-tama, ia memiliki posisi tertentu, saya mencobanya, dan itu benar-benar memudahkan saya untuk bereaksi.”
“Lagipula, katanya, ‘Saya fokus dengan diri saya sendiri, saya berusaha untuk mecoba split-step, lalu bereaksi’. Selain itu, anda seringkali bisa melihat ke mana lawan akan melakukan servis atau anda bisa merasakannya. Jadi, itulah ssarannya!”
“Sejak saat itu, ia selalu berkata, ‘Kau meniru saya’. Ya, itu seperti meniru yang terbaik. Tekniknya membantu saya. Saya sedikit mengubahnya. Saya merasa, ya, agak mirip. Tidak persis sama, sebenarnya, tetapi tekniknya sedikit mirip dengannya.”
Juara Miami Open musim 2026 telah berkembang menjadi salah satu petenis dengan pengembalian bola terbaik di dunia tenis putri, meskipun angka-angka menunjukkan cerita yang sedikit berbeda. Pada muim 2026, ia sebenarnya mengalami penurunan dalam tiga dari lima metrik pengembalian bola utama dibandingkan dengan lima musim lalu.
Jadi, mungkin saran Djokovic tidak berhasil sama sekali. Tetapi bukan hanya taktik yang dibantu oleh petenis berkebangsaan Serbia kepada petenis peringkat 1 dunia, ia juga mencari bimbingan tentang cara mengatasi emosinya di lapangan.
“Sebenarnya saya meminta nasihat darinya lebih ke sisi emosional tentang bagaimana mempersiapkan diri untuk final besar,” lanjut Sabalenka. “Dan ia berkata, ‘Nah, bagi saya, itu sangat penting, untuk melakukan semacam meditasi’.”
“Berjalan-jalan di alam adalah semacam meditasi atau sekadar meluangkan waktu sejenak selama pertandingan. Tentu saja, ia juga berteriak, itu membantunya melepaskan emosinya, dan saya juga begitu. Terkadang saya perlu berteriak untuk mengeluarkan semuanya. Itu memungkinkan saya untuk fokus kembali.”
Artikel Tag: Novak Djokovic, wimbledon, French Open, Aryna Sabalenka