Australian Open 2026: Taylor Fritz Akhiri Perjalanan Terakhir Stan Wawrinka
Taylor Fritz [kanan] dan Stan Wawrinka [kiri] [image: reuters]
Berita Tenis: Karier panjang Stan Wawrinka di Australian Open berakhir Sabtu malam (24/1) waktu setempat, tetapi tidak sebelum is berjuang keras melawan Taylor Fritz selama empat set.
Petenis AS mengalahkan petenis berkebangsaan Swiss, Wawrinka dengan 7-6, 2-6, 6-4, 6-4 di babak ketiga Australian Open 2026 yang digelar di John Cain Arena, Melbourne yang meriah, lalu menyaksikan lawannya menerima perpisahan yang tidak terlupakan.
Dengan atap terpasang setelah hari yang panas di Melbourne, intensitas kebisingan meningkat ke level yang lebih tinggi, dengan sebagian besar penonton mendukung petenis berusia 40 tahun yang menerima wildcard yang membuka catatan Grand Slam di Melbourne Park 12 musim lalu.
Sekelompok pendukung di bagian bawah dekat area baseline, khususnya, membuat suara mereka terdengar sepanjang pertandingan.
Kemenangan petenis berkebangsaan Swiss di babak kedua atas petenis berkebangsaan Prancis, Arthur Gea, menjadikannya petenis berusia 40 tahun pertama yang mencapai babak ketiga Australian Open sejak Ken Rosewall pada tahun 1978.
Itu adalah pencapaian luar biasa, tetapi juga mungkin telah memakan banyak tenaga, mengingat pertandingan lima set tersebut berlangsung selama 4 jam 30 menit.
Wawrinka harus meminta jeda untuk alasan medis setelah set ketiga melawan petenis unggulan kesembilan yang sendiri juga berkompetisi di Australian Open 2026 dalam kondisi cedera. ia berjuang melawan masalah lutut dan mengakui bahwa cedera lain muncul menjelang Grand Slam pertama musim ini.
Meskipun Fritz mencetak 30 ace – bermain di dalam ruangan menciptakan kondisi servis yang sempurna – Wawrinka bisa menganggap dirinya kurang beruntung karena kalah dalam dua dari tiga set pertama.
Awal set ketiga mencerminkan awal pertandingan. Servis cepat menjadi hal yang biasa. Petenis AS mengubah posisi pengembalian servis pertamanya pada kedudukan 3-3 dan perubahan itu langsung membuahkan hasil, memberinya peluang break. Begitu Wawrinka meminta jeda untuk alasan medis, tampaknya tidak ada jalan untuk kembali.
Namun petenis berkebangsaan Swiss tersenyum ketika berhasil mengalahkan petenis unggulan kesembilan di game kelima. Senyum lain datang dan memicu salah satu sorakan paling keras malam itu setelah pukulan backhand satu tangan yang sangat keras di game terakhir membuat petenis AS tertinggal 15/30. Tetapi kemudian muncul dua servis dahsyat dan pukulan forehand yang luar biasa untuk menangkis bahaya tersebut.
Kedua petenis yang berlatih bersama di United Cup, sempat berbincang singkat di net. Petenis AS yang ramah kemudian membiarkan Wawrinka menikmati momen tersebut.
“Saya tidak bisa menyalahkan siapa pun di antara penonton yang bersorak untuk Stan di sini,” tutur Fritz. “Sungguh menakjubkan apa yang ia lakukan di sini. Saya sangat menghormati semangat dan tekad yang dibutuhkan untuk melakukan apa yang ia lakukan.”
Sementara di babak keempat, Fritz akan berduel melawan petenis unggulan kelima, Lorenzo Musetti yang berjuang habis-habisan demi melumpuhkan petenis berkebangsaan Ceko, Tomas Machac dengan 5-7, 6-4, 6-2, 5-7, 6-2.
Di babak keempat lain, petenis unggulan kedelapan, Ben Shelton akan menantang petenis unggulan ke-12, Casper Ruud.
Petenis AS, Shelton menyisihkan petenis unggulan ke-30, Valentin Vacherot dengan 6-4, 6-4, 7-6, sedangkan petenis berkebangsaan Norwegia, Ruud mengeleminasi petenis veteran Kroasia, Marin Cilic dengan 6-4, 6-4, 3-6, 7-5.
Artikel Tag: Australian Open 2026, Taylor Fritz, Stan Wawrinka