Dekati Peringkat 10 Besar, Brandon Nakashima Merasa Sangat Percaya Diri
Brandon Nakashima [image: getty images]
Berita Tenis: Berbekal pukulan forehand yang lebih tajam dan kepercayaan diri yang bangkit kembali, Brandon Nakashima terus menanjak di peringkat ATP, dengan ia semakin mendekati peringkat 10 besar setelah mencapai semifinal Cincinnati Open musim 2026.
Petenis AS terus tampil mengesankan di turnamen hard-court Amerika Utara pada paruh kedua musim ini. Setelah mencapai final turnamen Masters 1000 di Montreal, Canadian Open, ia berhasil melaju ke semifinal Cincinnati Open dengan mengalahkan rekan senegaranya, Taylor Fritz.
Kini menempati peringkat 16 dunia, petenis berusia 25 tahun bahkan bisa naik ke peringkat 11 dunia jika ia berhasil mencapai babak final Cincinnati Open.
Saat dimintai keterangan usai pertandingan, petenis peringkat 22 dunia mengungkapkan perasaannya.
"Hari ini sungguh tidak mudah. Pertama-tama, menghadapi petenis seperti Taylor itu tidak pernah mudah. Saya juga sempat mengalami kesulitan, baik secara mental maupun fisik,” ungkap Nakashima.
“Kadang saya merasa agak lelah, tetapi saya berusaha mencari jalan keluar untuk mengatasi hambatan tersebut dan pada akhirnya mengesampingkan semua itu. Saat anda tengah dalam tren positif tetapi keadaan tidak berjalan sesuai harapan atau kepercayaan diri sedikit menurun, rasa frustrasi lebih mudah muncul.”
“Di saat-saat seperti itulah, memiliki tim yang tetap berpikiran positif dan membantu anda untuk terus melangkah maju menjadi hal yang sangat penting. Anda harus berusaha mengerahkan energi ekstra, terutama dalam pertandingan seperti itu, saat permainan tenis anda tidak dalam kondisi terbaik atau anda merasa agak lelah. Hal itu juga mencerminkan karakter seorang petenis."
Sementara itu, sejak Wayne Ferreira (mantan petenis peringkat 6 dunia yang sebelumnya melatih Frances Tiafoe, Jack Draper, dan Alexei Popyrin) bergabung dengan timnya, ia juga tampak mengalami kemajuan.
"Menurut saya, ia memang sosok yang secara alami cukup tenang dan santai. Saya merasa hal itu sangat cocok dengan kepribadian saya saat berada di lapangan,” tutur Nakashima.
“Selain itu, ia adalah mantan petenis papan atas, jadi ia tahu kapan harus lebih banyak terlibat, kapan harus bicara, atau sebaliknya, kapan harus tetap diam selama pertandingan, tergantung pada kondisi mental dan tingkat frustrasi saya.”
“Sejauh ini, semuanya berjalan dengan sangat baik. Kami telah membangun hubungan yang harmonis dan juga menikmati waktu bersama."
Nakashima menambahkan, "Saya selalu merasa bisa memukul forehand dengan sangat baik dan bermain dengan agresif menggunakan senjata tersebut. Saya hanya perlu memanfaatkannya di saat yang tepat, terutama pada momen-momen krusial atau dalam situasi penuh tekanan.”
“Berbekal pengalaman dari berbagai pertandingan sengit itu, kini saya merasa sangat percaya diri untuk mengandalkan forehand saya dalam situasi-situasi tersebut. Meski sempat gagal atau melakukan kesalahan di momen-momen itu, yang terpenting adalah tetap berani melakukan pukulan agresif dan bermain dengan orientasi menyerang ke depan. Jika saya percaya pada diri sendiri, saya yakin pada akhirnya saya bisa bermain dengan sangat baik."
Selanjutnya, ia akan menghadapi rekan senegaranya, Tiafoe, demi memperebutkan satu tempat di final Cincinnati Open.
Artikel Tag: Taylor Fritz, Cincinnati Open, Frances Tiafoe, Brandon Nakashima