Hasil French Open: Langkah Maja Chwalinska Berlanjut Ke Perempatfinal
Maja Chwalinska [image: reuters]
Berita Tenis: Satu-satunya petenis berkebangsaan Polandia yang tersisa di perempatfinal French Open musim 2026 bukan orang yang mungkin Anda duga, tetapi Maja Chwalinska.
Ya, bukan petenis yang telah empat kali menjuarai French Open, Iga Swiatek, yang kalah dari Marta Kostyuk di babak keempat. Melainkan seorang qualifier sekaligus mantan rekan ganda junior Swiatek, dalam penampilan pertamanya di babak utama Roland Garros.
Petenis berusia 24 tahun meraih kemenangan ketujuh secara beruntun di French Open usai melumpuhkan petenis harapan tuan rumah terakhir yang tersisa di babak ini, Diane Parry dengan kemenangan meyakinkan 6-3, 6-2. Sampai sejauh ini, ia hanya kehilangan satu set, yaitu saat melawan Maria Sakkari di babak ketiga.
Petenis peringkat 114 dunia kini menjadi qualifer pertama yang mencapai perempatfinal di Roland Garros sejak Nadia Podoroska dan Martina Trevisan pada musim 2020. Ia juga menjadi petenis putri Polandia keempat yang melenggang ke perempatfinal Grand di Open Era setelah Agnieszka Radwanska, Swiatek, dan Magda Linette.
Selanjutnya ia akan menghadapi petenis unggulan ke-28, Anna Kalinskaya saat ia berupaya mengikuti jejak trio tersebut ke semifinal Grand Slam.
Pekan ini, petenis berusia 24 tahun baru berkompetisi di Grand Slam ketiga dalam kariernya -- ia juga lolos ke babak kedua Wimbledon musim 2022 dan kalah di babak pertama Australian Open musim 2025 – sekaligus turnamen WTA kedelapan secara total. Sebelum pekan ini, rekor kariernya di turnamen WTA hanya 6-7, kesuksesan sang petenis sebagian besar diraih di turnamen WTA level 125 -- di mana ia adalah juara tiga kali -- dan di sirkuit ITF.
Namun selama bermusim-musim, Chwalinska -- yang kariernya beberapa kali terhenti karena depresi dan berbagai cedera -- telah menjadi favorit para penggemar tenis karena kehalusannya dan berbagai pukulan hebat yang dapat ia hasilkan.
Momen-momen tersebut akhirnya terwujud di babak keempat ketika sebuah lob setengah volley sambil berlari dengan jangkauan penuh yang meluncur di sepanjang garis dan pukulan-pukulan winner dari sudut yang tidak terduga. Dan, tentu saja, pukulan drop shot demi drop shot, diikuti dengan lob halus atau passing lembut jika belum menjadi winner.
Meskipun petenis berkebangsaan Polandia kurang berpengalaman di turnamen level ini, ia tetap tenang saat mendekati kemenangan terbesar dalam kariernya. Ia hanya menghadapi satu peluang break point, di game keempat set kedua.
Ia menyelamatkan peluang break point tersebut dengan servis yang tidak dapat dikembalikan dan tidak kehilangan game lagi. Saat ia menyelesaikan pertandingan dengan servisnya, sebuah drop shot indah lain menunjukkan bahwa jika ada rasa gugup, hal tersebut tidak memengaruhi sentuhannya.
Ia menembus peringkat 200 besar untuk kali pertama pada musim 2019, tetapi untuk waktu yang lama, momentumnya menuju peringkat 100 besar berulang kali terhambat oleh perjuangannya dengan kesehatan mental dan fisiknya.
Hal tersebut akan berubah setelah French Open. Ia dipastikan akan debut di peringkat 100 besar dan bahkan bisa menjamin dirinya sendiri satu tempat di peringkat 50 besar dengan kemenangan lain.
"Saya mulai bekerja dengan pelatih kebugaran baru musim lalu," jelas Chwalinska. "Saya tahu bahwa saya butuh waktu untuk membiasakan diri dengan latihan baru. Tetapi saya merasa saya banyak mengalami peningkatan. Itu memungkinkan saya untuk jauh lebih agresif di lapangan. Juga untuk menjaga intensitas lebih dari sebelumnya.”
"Saya mengikuti beberapa turnamen musim ini di mana saya merasa level permainan saya meningkat. Ada beberapa momen, tentu saja. Saya tidak menyangka akan sampai perempatfinal, tetapi saya merasa saya berada di jalur yang benar."
"Tujuan saya untuk musim ini adalah masuk peringkat 100 besar. Saya sangat senang bahwa saya sudah mencapainya. Tetapi saya merasa dalam tenis anda selalu lapar. Anda menetapkan satu tujuan, tetapi kemudian anda mencapainya dan anda menginginkan lebih. Sangat bersyukur atas momen ini, tetapi saya pasti menginginkan lebih."
Artikel Tag: French Open, Anna Kalinskaya, Diane Parry, Maja Chwalinska