Iva Jovic Berharap Bisa Ambil Inspirasi Dari Novak Djokovic
Iva Jovic [image: getty images]
Berita Tenis: Menginjak usia 18 tahun, petenis yang mengantongi dua gelar Grand Slam kategori junior, Iva Jovic sudah mulai menorehkan namanya di dunia tenis putri.
Petenis AS berhasil meraih gelar turnamen WTA untuk kali pertama dalam kariernya musim lalu di Guadalajara, Meksiko dan menjadi petenis termuda di turnamen WTA yang memenangkan gelar selama musim tersebut.
Pada bulan Januari, petenis berusia 18 tahun mengalami pencapaian terbaiknya di Grand Slam hingga saat ini sebagai seorang petenis profesional dengan lolos ke perempatfinal Australian Open tanpa kehilangan satu set pun, sehingga ia menjadi pemain AS termuda yang melakukannya sejak Venus Williams pada musim 1998.
Saat ini berada di peringkat 16 dunia, ia adalah salah satu dari dua petenis seusianya yang berada di peringkat 20 besar. Petenis lainnya adalah Mirra Andreeva yang menghuni peringkat 10 dunia.
Petenis yang lahir di California, sebagian besar terinspirasi oleh idolanya, Novak Djokovic, yang berasal dari negara yang sama dengan ayahnya, Bojan. Sementara ibunya, Jelena, berasal dari Kroasia. Orang tua sang petenis bekerja sebagai apoteker dan beremigrasi ke AS pada awal tahun 2000-an melalui sistem lotere kartu hijau.
“Sungguh luar biasa apa yang telah ia lakukan sebagai petenis,” komentar Jovic tentang petenis berkebangsaan Serbia, Djokovic saat berbicara kepada wartawan di Charleston.
“Namun hal yang paling mengesankan bagi saya adalah dirinya sebagai pribadi, semua yang ia lakukan yang menjadikannya petenis hebat. Banyak hal yang terjadi di luar lapangan. Ia melakukan banyak hal untuk menenangkan pikirannya, untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dan lebih berwawasan luas. Lebih dari momen-momen di lapangan, itulah yang membuatnya lebih baik, karena margin dalam tenis sangat tipis.”
Aspek mental dari petenis yang telah mengantongi 24 gelar Grand Slam, Djokovic itulah yang paling berpengaruh pada petenis belia yang telah melakukan beberapa perubahan untuk mengikuti jejaknya.
“Ia banyak bermeditasi. Ia sangat mengenal dirinya sendiri. Saya juga mulai melakukan beberapa perubahan dalam rutinitas saya sendiri, mencoba untuk memasukkan sebanyak mungkin hal dari orang-orang seperti Novak. Tentu saja, anda hanya perlu menemukan apa yang cocok untuk anda.” lanjut Jovic.
Djokovic bukan satu-satunya idola bagi petenis berusia 18 tahun, yang berharap suatu hari nanti dapat menghubungi Andre Agassi yang memenangkan 60 gelar nomor tunggal selama kariernya, termasuk delapan Grand Slam dan 17 turnamen Masters 1000.
“Andre adalah orang yang istimewa dan saya pikir cara ia berbicara tentang tenis sangat menarik,” ujar Jovic.
“Jelas sekali bahwa ia adalah individu yang sangat, sangat cerdas. Cara bicaranya sangat terencana, seperti pertandingan catur. Sangat keren. Semoga saya bisa berbicara dengannya di masa depan.”
Artikel Tag: Novak Djokovic, australian open, Iva Jovic