Jalani Kehidupan Impian, Carlos Alcaraz Tak Biarkan Tenis Kuasai Dirinya
Carlos Alcaraz dalam sesi pemotretan untuk Vanity Fair [image: Vanity Fair]
Berita Tenis: Menepi dari turnamen ATP karena cedera pergelangan tangan, Carlos Alcaraz memberikan wawancara jujur kepada Vanity Fair dengan membahas tekanan ketenaran, persaingan dengan Jannik Sinner, dan tekadnya untuk tidak membiarkan tenis menguasai dirinya.
Menepi dari hingar-bingar lapangan tenis yang kompetitif gara-gara cedera pergelangan tangan, petenis berkebangsaan Spanyol membagikan kabar teranyar tentang kondisinya.
Dalam sesi pemotretan untuk majalah Vanity Fair, juara Australian Open musim 2026 membahas tentang beberapa topik, yang dimulai dengan kehidupannya sebagai bintang tenis.
“Saya tahu saya menjalani kehidupan impian, kehidupan yang selalu saya impikan. Tetapi kadang-kadang, saya ingin memiliki lebih banyak waktu untuk diri saya sendiri, melakukan hal-hal yang biasa dilakukan seseorang yang berusia 22 tahun,” ungkap petenis berkebangsaan Spanyol.
“Saya menyadari semua hal yang masih harus saya capai dan saya berusaha untuk tidak memproyeksikan diri saya sendiri dengan berpikir saya masih memiliki 12 atau 15 musim karier saya yang tersisa, karena itu bisa menjadi sangat melelahkan.”
“Saya tidak akan menyebutnya vertigo, tetapi saya juga tidak ingin berakhir dengan kehidupan yang monoton, sampai pada titik di mana saya menjadi budak tenis.”
Mantan petenis peringkat 1 dunia lalu melanjutkan dengan rivalitasnya dengan petenis berkebangsaan Italia, Jannik Sinner.
“Kami menunjukkan bahwa mungkin untuk berjuang keras di lapangan, untuk saling menyakiti sebisa mungkin secara sportif, lalu meninggalkan lapangan sebagai dua petenis yang tetap akur,” papar Alcaraz.
“Kami mendorong satu sama lain untuk mengeluarkan versi terbaik dari diri kami sendiri. Kami memiliki tujuan yang sama, tanpa perlu saling membenci karennya. Di level ini, di antara pesaing langsung, persahabatan sejati itu rumit. Itu bisa ada, saya tidak menentangnya, tetapi itu membutuhkan waktu.”
“Itu tidak sebanding dengan persaingan hebat di masa lalu, karena kami masih memiliki banyak waktu di hadapan kami. Saya harap kami akan terus saling berhadapan lebih banyak lagi di final dan turnamen terbesar.”
Tidak lupa, petenis yang telah mengoleksi tujuh gelar Grand Slam mengutarakan targetnya di masa depan.
“Ada beberapa rekor yang ingin saya capai, tetapi terutama untuk momen ketika saya melihat kembali di akhir karier saya, melihat apa yang telah saya capai, dan di mana posisi saya dibandingkan petenis lain,” tutur Alcaraz.
“Sungguh menyenangkan melihat nama anda di beberapa tempat tertentu, meskipun perbandingan tersebut telah mencapai batasnya. Mendengarnya membuat saya bahagia, tetapi saya tetap setiap pada gaya saya sendiri.”
“itulah yang ingin saya bangun dan sempurnakan. Saya tidak meniru siapa pun. Orang-orang sudah tahu siapa Carlos Alcaraz.”
Artikel Tag: australian open, Jannik Sinner, Carlos Alcaraz