Jannik Sinner Akui Butuh Waktu Untuk Sadari Yang Terjadi Di Monte Carlo
Jannik Sinner [image: atp tour]
Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Italia, Jannik Sinner belakangan ini sering menang, anda mungkin berpikir ia tidak akan terkejut dengan apa yang telah ia raih.
Bulan lalu, petenis berusia 24 tahun menjadi petenis pertama sejak Roger Federer pada musim 2017 yang memenangkan ‘Sunshine Double’ (memenangkan gelaar di Indian Wells dan Miami pada musim yang sama).
Juara ATP Finals musim 2025 mencapai tonggak bersejarah lain di Monte Carlo Open musim 2026 ketika ia mengalahkan musuh bebuyutaanny, Carlos Alcaraz, demi memenangkan gelar Masters pertama dalam kariernya yang digelar di clay-court sekaligus gelar Masters kedelapan secara keseluruhan.
Selain itu, kemenangan tersebut mengantarkannya kembali ke peringkat 1 dunia. Ia hampir tidak percaya dengan apa yang terjadi.
“Saya terkejut dengan cara yang sangat baik dan kemenangan ini sangat berarti bagi saya. Saya masih membutuhkan sedikit waktu untuk menyadari apa yang telah terjadi,” aku Sinner.
Mungkin butuh waktu baginya untuk mencerna semua itu, tetapi ia mengaitkan hasil tersebut dengan kerja keras yang telah ia lakukan di balik layar untuk terus meningkatkan level permainan dan memberikan hasil yang konsisten.
Dengan kemenangan gelar Monte Carlo Open, ia menjadi satu-satunya petenis putra bersama Novak Djokovic yang meraih kemenangan di tiga turnamen Masters 1000 pertama dalam satu musim. Ia kini mencatatkan 24-2 pada musim 2026.
“Setiap hari saya bangun dan mencoba untuk meningkatkan diri dan kemudian mencoba untuk menjadi petenis yang lebih baik,” ungkap Sinner.
“Di sini, di Monte Carlo, kami melakukannya hari demi hari, mencoba memahami gaya permainan terbaik menghadapi setiap lawan, karena saya belum pernah memainkan jenis tenis yang sama menghadapi semua orang. Kami mengubah hal-hal kecil, sangat kecil.”
Semua perubahan kecil tersebut membuat perbedaan besar bagi petenis berkebangsaan Italia, terutama dalam pertandingan melawan Alcaraz. Dengan mengalahkan petenis berkebangsaan Spanyol, ia kini mencatatkan 7-10 dalam head to head mereka dan mengamankan kemenangan beruntun atas petenis berusia 22 tahun untuk kali pertama sejak muim 2023.
Menatap ke depan, ia tahu bahwa ia perlu berada dalam performa terbaik agar kembali menang dalam pertemuan mereka berikutnya.
“Itu pertandingan yang apik darinya dan juga dari saya. Ada hal-hal kecil yang akan ia perbaiki untuk pertandingan berikutnya melawan saya dan saya harus siap untuk itu,” lanjut Sinner.
Awal musim ini, Alcaraz menyelesaikan Career Grand Slam (memenangkan keempat Grand Slam) di Australian Open, kemudian memenangkan turnamen ATP level 500 di Doha. Petenis berkebangsaan Spanyol memasuki final Monte Carlo Open dengan mengantongi 17 kemenangan beruntun di clay-court dan seperti Sinner, hanya kehilangan satu set dalam perjalanan menuju final. Petenis berkebangsaan Italia pun mengakui prestasi petenis berkebangsaan Spanyol selama penyerahan trofi.
“Carlos, kau dan timmu melakukan hal-hal luar biasa musim demi musim,” tutur Sinner. “Kau terus menunjukkan petenis seperti apa dirimu, mencapai hal-hal yang belum pernah dicapai orang lain di usiamu. Menghadapimu, terutama di final, itu membuatnya semakin istimewa.”
Artikel Tag: Monte Carlo Open, Jannik Sinner, Carlos Alcaraz