Ketika Guo Hanyu Perlihatkan Taji Demi Cetak Kemenangan Di Wuhan
Guo Hanyu [image: getty images]
Berita Tenis: Wuhan Open musim 2026 memperlihatkan sejumlah pertandingan tiga set sengit, termasuk yang dilakoni petenis tuan rumah, Guo Hanyu.
Petenis tuan rumah menolak menyerah demi mencetak kemenangan 1-6, 7-6, 7-5 atas petenis unggulan ke-12, Sorana Cirstea di babak pertama Wuhan Open yang berlangsung selama 2 jam 41 menit, termasuk mengamankan tiga peluang match point dan bangkit setelah kecolongan set pertama dan kedudukan 0-4.
Petenis peringkat 240 dunia meraih kemenangan keduanya di turnamen WTA level 1000 nomor tunggal serta kemenangan pertamanya di babak utama turnamen ATP sejak turnamen di Jiujiang pada musim 2025.
Dilihat dari peringkat lawan, kemenangan tersebut merupakan kemenangan terbesar dalam kariernya sampai saat ini. Ia juga menjadi petenis dengan peringkat terendah yang berhasil mengalahkan lawan dari jajaran 20 besar di Wuhan Open sejak turnamen tersebut pertama kali digelar pada musim 2014, petenis berkebangsaan Rumania, Cirstea sendiri saat ini menempati peringkat 16 dunia.
Namun, kemenangan tersebut memiliki makna yang jauh lebih mendalam bagi petenis tuan rumah. Setelah memenangkan gelar Grand Slam nomor ganda pertamanya di Wimbledon musim panas lalu bersama Kristina Mladenovic, ia mendapat kabar bahwa ayahnya jatuh sakit parah dan harus dirawat di unit perawatan intensif (ICU).
"Sungguh berat rasanya bagi saya saat kembali ke rumah," aku Guo. "Saya berusaha menemani ayah dan melakukan sesuatu untuk mengatasinya. Menyadari situasi ini justru membuat saya merasa cukup tidak berdaya.”
"Apa pun upaya yang saya lakukan, bagi saya pribadi, belakangan ini saya merasa cukup kesulitan karena secara mental dan psikologis, selalu ada beban yang saya rasakan. Saya tidak bisa begitu saja menikmati momen bahagia di lapangan dan menikmati permainannya. Selalu ada rasa sedih yang menyertai dan itulah sebabnya saya terus berupaya keras."
"Pertandingan kali ini, khususnya di set ketiga, kembali berakhir dengan kekalahan tipis. Kekalahan dengan selisih tipis seperti ini selalu terasa menyakitkan. Saya selalu berusaha meyakinkan diri sendiri untuk tetap menjadi diri sendiri dan menyerahkan segalanya pada takdir. Jika Tuhan memang menghendaki saya menempuh jalan ini dalam dunia tenis, yang bisa saya lakukan hanyalah mengerahkan kemampuan terbaik saya — seratus persen — di lapangan dan melihat bagaimana hasilnya nanti."
Sejak Wimbledon, ia hanya melakoni empat turnamen, gabungan antara nomor tunggal dan ganda. Situasi pribadinya membuat ia sulit menikmati kesuksesannya di Wimbledon dan kemenangan kali ini menjadi titik cerah di tengah masa sulit dalam hidupnya.
Selanjutnya, Guo akan menghadapi Katie Volynets di babak kedua Wuhan Open. Petenis AS juga terlibat laga sengit sebelum akhirnya mengalahkan petenis berkebangsaan Australia, Kimberly Birrell dengan 6-7, 7-6, 6-3 dalam waktu 3 jam 6 menit.
Artikel Tag: Wuhan Open, Sorana Cirstea, Katie Volynets