Mariano Navone Terhindar Dari Kekalahan Dini Di Jenewa
Mariano Navone [image: getty images]
Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Argentina, Mariano Navone memperlihatkan usaha untuk bangkit yang luar biasa ketika mengawali turnamen ATP level 250, Geneva Open musim 2026.
Petenis berusia 25 tahun mengalahkan rekan senegaranya, Marco Trungelliti dengan 5-7, 7-5, 6-1 di babak pertama Geneva Open.
Di ambang kekalahan setelah tertinggal satu set dan 1-5 di set kedua, petenis peringkat 44 dunia membalikkan keadaan secara dramatis, memenangkan 12 dari 13 game berikutnya dalam pertandingan melelahkan yang berlangsung selama 2 jam 55 menit. Ia bahkan tampil sangat dominan dalam servis di set penentu, setelah ia hanya kehilangan dua dari 14 poin dari servisnya.
“Pertandingan itu sangat sulit. Marco bermain dengan luar biasa,” ungkap Navone setelah pertemuan pertama melawan Trungelliti. “Sangat menantang. Saya rasa ia mengalami kram di set ketiga, tetapi saya sangat senang bisa lolos ke babak kedua dengan cara ini.”
Bukan untuk kali pertama petenis berusia 25 tahun berhasil lolos dari situasi yang menyulitkan pada musim ini. Bulan lalu di Bukares, ia menyelamatkan dua peluang match point melawan petenis berkebangsaan Belanda, Botic van de Zandschulp di semifinal dramatis yang berlangsung selama 3 jam 33 menit sebelum akhirnya memenangkan gelar turnamen ATP pertama dalam kariernya.
Petenis berkebangsaan Argentina selanjutnya akan menghadapi petenis unggulan ketiga, Cameron Norrie di babak kedua Geneva Open.
“Melawan Norrie juga akan menjadi pertandingan yang sangat sulit,” aku Navone yang memenangkan satu-satunya pertemuan mereka sebelumnya, yang terjadi di semifinal di Rio Open musim 2024.
“Ia petenis yang sangat tangguh dan saat ini berada di peringkat 20 besar. Ia kidal, jadi ia memiliki banyak kualitas dalam permainannya. Tetapi kami bermain di clay-ycourt dan di lapangan ini saya merasa hebat. Kita harus tetap fokus pada semua poin.”
Sementara itu, petenis unggulan pertama, Taylor Fritz akan kembali beraksi untuk kali pertama di Geneva Open setelah ia kalah di babak keempat Miami Open melawan petenis berkebangsaan Ceko, Jiri Lehecka pada bulan Maret dan ia harus berhadapan dengan tendonitis lutut yang cukup kronis dalam beberapa pekan terakhir.
Dengan turun di Jenewa, petenis AS, Fritz akan melakoni turnamen clay-court pertama sejak French Open musim lalu ketika ia secara mengejutkan kalah dari petenis berkebangsaan Jerman, Daniel Altmaier di babak pertama.
Pekan ini, Fritz akan tampil untuk kali keempat secara beruntun di Jenewa dan ia akan mengawalinya dengan menghadapi petenis berkebangsaan Australia, Alexei Popyrin atau petenis berkebangsaan Prancis, Clement Tabur.
Artikel Tag: Taylor Fritz, Geneva Open, Marco Trungelliti, Mariano Navone