Mundur Dari French Open, Waktu Kembali Carlos Alcaraz Belum Ditentukan
Carlos Alcaraz [image: getty images]
Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Spanyol, Carlos Alcaraz telah mengkonfirmasi pengunduran dirinya dari French Open musim 2026 akibat cedera pergelangan tangan.
Petenis peringkat 2 dunia mengalami cedera selama melakoni turnamen ATP level 500, Barcelona Open dan terpaksa mengundurkan diri dari babak kedua melawan petenis berkebangsaan Ceko, Tomas Machac.
Setelah melakukan pemindaian, juara Australian Open musim 2026 lalu mengundurkan diri dari turnamen Masters 1000, Madrid Open karena ia merasa tidak yakin tentang partisipasinya di turnamen tersebut.
Kini, kabar terburuk yang memungkinkan telah dikonfirmasi bagi petenis berkebangsaan Spanyol setelah ia harus mengundurkan diri dari turnamen Masters 1000 lain, Italian Open di Roma dan Grand Slam kedua musim ini, French Open.
Mengumumkan kabar yang menyedihkan tersebut di media sosial, petenis berusia 22 tahin menyatakan bahwa lebih baik berhati-hati dan ia menyadari bahwa ia belum bisa memastikan kapan ia akan kembali ke lapangan tenis.
“Setelah hasil dari tes yang telah dillakukan, kami telah memutuskan bahwa hal yang paling bijaksana adalah berhati-hati dan tidak berpartisipasi di Roma dan Roland Garris, sementara kami menunggu untuk menilai perkembangannya guna memutuskan kapan kami akan kembali ke lapangan,” ungkap Alcaraz dalam bahasa Spanyol.
“Ini adalah momen yang rumit bagi saya, tetapi saya yakin kami akan keluar dari momen ini dengan lebih kuat.”
Keputusan tersebut menjadi pukulan berat bagi petenis yang telah mengantongi tujuh gelar Grand Slam, tetapi hal tersebut tidak terlalu mengejutkan setelah kabar teranyar tentang kondisi kesehatannya awal bulan ini.
Musim lalu, petenis berkebangsaan Spanyol memenangkan gelar di Roma dan Roland Garros, yang termasuk memetik kemenangan epik melawan petenis berkebangsaan Italia, Jannik Sinner di final French Open.
Alcaraz kini akan kehilangan 3.000 poin dan akan berusaha kembali tepat waktu untuk berkompetisi di musim grass-court, terutama Wimbledon yang pernah ia juarai sebanyak dua kali.
Kabar absennya petenis berkebangsaan Spanyol kemungkinan akan memicu reaksi campur aduk dari Sinner, yang belakangan ini begitu vokal tentang keinginannya agar rival besarnya itu selalu bermain. Lagipula, ia berkembang pesat dengan kehadiran petenis berkebangsaan Spanyol, di mana dua petenis terbaik dunia saling mendorong untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.
Namun, pada kesempatan ini, saat Sinner berupaya menyelesaikan Career Grand Slam (memenangkan keempat Grand Slam) sendiri, absennya Alcaraz kemungkinan akan menjadi pemandangan yang menyenangkan.
Musim lalu, Sinner hampir meraih gelar French Open, tetapi secara tidak terduga digagalkan dengan cara yang sangat dramatis. Musim ini, ia tidak akan menghadapi rintangan besar yang sama. Ia harus memanfaatkan kesempatan ini, meskipun ia akan menghadapi tekanan yang semakin besar karena semakin banyak orang mulai menyebut gelar tersebut sebagai miliknya dan tinggal menunggu kesempatan untuk meraihnya.
Artikel Tag: French Open, Italian Open, Jannik Sinner, Carlos Alcaraz