Novak Djokovic Tanggapi Spekulasi Pensiun Dalam Film Dokumenter Baru
Novak Djokovic [image: Cincinnati Open]
Berita Tenis: Novak Djokovic merasa masih perlu membuktikan kemampuannya, meskipun ia merupakan salah satu petenis paling sukses sepanjang masa.
Petenis berkebangsaan Serbia telah memenangkan 101 gelar di sepanjang kariernya sampai saat ini, termasuk 24 gelar Grand Slam. Saat ini menempati peringkat 5 dunia, ia merupakan petenis tertua di jajaran 100 besar setelah saat ini ia berusia 39 tahun. Satu-satunya petenis yang lebih tua darinya di peringkat 200 besar adalah Stan Wawrinka (41 tahun), yang akan pensiun akhir musim ini.
Menjelang akhir kariernya, muncul spekulasi mengenai berapa lama lagi mantan petenis peringkat 1 dunia akan terus bermain. Ia telah membahas topik tersebut dalam film dokumenter terbarunya yang berjudul, Novak Djokovic: The Wolf in Winter, dan dijadwalkan rilis secara global pada 20 Agustus di Amazon Prime. Dokumenter berdurasi 92 menit tersebut menyoroti perjalanan hidupnya sejak masa kanak-kanak dan disutradarai oleh Jason Hehir, sosok di balik serial, The Last Dance yang menampilkan Michael Jordan.
“Saya benar-benar merasa masih muda. Saya tidak tahu kapan saya akan mengakhiri karier saya,” ujar Djokovic.
“Bisa jadi satu musim lagi atau mungkin 15 musim lagi, saya tidak tahu. Selama saya masih memiliki dorongan dan semangat — namun yang terpenting, selama saya merasa mampu memenangkan turnamen dan menjadi salah satu petenis terbaik dunia — saya ingin terus melanjutkannya.”
Dalam beberapa bulan terakhir, petenis berkebangsaan Serbia memprioritaskan jadwalnya pada turnamen-turnamen Grand Slam agar bisa tampil dalam performa terbaik di turrnamen bergengsi tersebut. Sejak Januari, ia hanya mengikuti enam turnamen, dengan tiga di antaranya merupakan Grand Slam. Baru-baru ini, ia mengalami kekalahan mengejutkan di Cincinnati Open saat menghadapi petenis berkebangsaan Argentina, Thiago Agustin Tirante.
“Orang yang paling meragukan itu ada di sini,” lanjut Djokovic sembari menunjuk dirinya sendiri. “Sayalah orang yang paling meragukan dan saya berusaha membuktikan bahwa anggapan saya itu salah, lebih keras daripada siapa pun. Sejujurnya, saya tidak punya tanggal pasti dalam benak saya, tanggal kedaluwarsa karier saya.”
Ia telah mencapai perempatfinal atau lebih jauh dalam enam dari tujuh Grand Slam terakhir yang ia lakoni. Satu-satunya pengecualian adalah French Open musim ini, saat ia kalah dari petenis belia Brazil, Joao Fonseca di babak ketiga.
Ia belum memenangkan gelar Grand Slam sejak musim 2023 dan gelar terakhir yang diraihnya — dalam kategori apa pun — adalah pada bulan November lalu di turnamen ATP level 250 di Athena, Yunani.
"Saya tahu banyak orang berspekulasi soal itu, sudah bermusim-musim banyak orang menganggap karier saya sudah tamat," tutur Djokovic. "Mengapa orang ingin saya pensiun padahal saya masih bermain dan bersaing di level tertinggi? Saya masih berada di peringkat 5 atau 10 besar dunia. Mengapa saya harus bicara soal pensiun ketika saya terus membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya masih bisa menang?"
Djokovic akan tampil untuk kali ke-20 di US Open, yang akan dimulai dalam waktu sedikit lebih dari sepekan.
Artikel Tag: Novak Djokovic, Stan Wawrinka, US Open, Cincinnati Open, Joao Fonseca