Kanal

Terinspirasi Tyson Fury, Gradus Kraus Siap Memulai Babak Baru di Boxxer

Penulis: Hanif Rusli
22 Jan 2026, 08:32 WIB

Dengan rekor sempurna 9-0 dan delapan kemenangan KO, Gradus Kraus bersiap menjalani debutnya bersama promotor Boxxer. (Foto: Fight TV)

Nama Tyson Fury sudah lama menjadi sumber inspirasi bagi Gradus Kraus, bahkan sejak ia masih kanak-kanak.

Jauh sebelum Fury dikenal sebagai juara dunia kelas berat dua kali, sosok raksasa asal Inggris itu kerap datang ke sasana milik ayah Kraus di Belanda.

Saat itu, Gradus kecil hanya bisa menyerap atmosfer latihan keras para juara, tanpa menyangka suatu hari ia akan menapaki jalur yang serupa.

Sasana tersebut, yang terletak sekitar satu jam dari Amsterdam dan jauh dari keramaian, menjadi tempat Fury dan pamannya, Peter Fury, menjalani kamp latihan dengan tenang.

Ayah Gradus Kraus, Albert Kraus—legenda K-1 yang dijuluki “The Hurricane”—memiliki hubungan erat dengan Peter Fury.

Hubungan inilah yang membuat Gradus tumbuh di lingkungan olahraga elite sejak usia dini.

Kini, lebih dari satu dekade berlalu. Tyson Fury telah menjelma menjadi ikon tinju dunia, sementara Gradus Kraus, 24 tahun, mulai disebut-sebut sebagai calon bintang masa depan di kelas berat ringan.

Dengan rekor sempurna 9-0 dan delapan kemenangan KO, Gradus Kraus bersiap menjalani debutnya bersama promotor Boxxer.

Meski dipuji setinggi langit oleh Ben Shalom, Kraus mengaku tidak merasa terbebani. Baginya, dukungan tersebut justru menjadi tambahan kepercayaan diri.

Ia memang tumbuh dengan dasar kickboxing, mengikuti jejak sang ayah, namun mulai fokus penuh ke tinju sejak usia remaja.

Dorongan penting datang dari Peter Fury, yang sejak awal melihat potensi besar dalam diri Kraus dan menyarankannya meninggalkan kickboxing.

Dalam perjalanannya, Gradus Kraus kini dilatih oleh dua figur penting sekaligus: ayahnya sendiri dan Peter Fury.

Meski bermarkas di Belanda, jarak ke Inggris bukanlah hambatan. Keduanya rutin berkomunikasi, bertukar video latihan, dan menyusun strategi bersama.

Debut Kraus di bawah bendera Boxxer akan berlangsung pada 31 Januari di Copper Box, London, sebagai bagian dari undercard laga Adam Azim melawan Gustavo Daniel Lemos.

Ia dijadwalkan menghadapi Boris Crighton dalam pertarungan delapan ronde.

Bagi Kraus, momen ini terasa seperti kelanjutan alami dari perjalanan panjang yang dimulai sejak kecil.

Terinspirasi oleh Tyson Fury dan ditempa oleh tim yang ia yakini terbaik di dunia, Kraus percaya waktunya hampir tiba.

Fokusnya kini hanya satu: menang pada 31 Januari, mencatat rekor 10-0, dan membuka pintu menuju panggung besar tinju dunia.

Artikel Tag: Tyson Fury, Tinju, boxing, Inggris, Belanda, Amsterdam, Peter Fury, Kickboxing, London, Adam Azim

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru