Thomas Luthi Nilai Penalti Marc Marquez di Sprint Race Buriram Sudah Tepat
Marc Marquez
Berita MotoGP: Penalti yang diterima Marc Marquez pada Sprint Race MotoGP Thailand 2026 masih menjadi perdebatan. Namun mantan pembalap Moto2, Thomas Luthi, menilai keputusan steward tersebut sudah tepat.
Insiden antara Marc Marquez dan Pedro Acosta pada Sprint Race MotoGP Thailand 2026 terus menjadi bahan perdebatan. Banyak penggemar menilai penalti yang diberikan kepada Marquez terlalu keras, tetapi mantan pembalap Moto2, Thomas Luthi, justru menganggap keputusan steward sudah tepat.
Duel antara dua pembalap Spanyol itu menjadi salah satu momen paling menarik di seri pembuka MotoGP musim ini di Sirkuit Chang International, Buriram. Marquez dan Acosta terlibat pertarungan sengit untuk memperebutkan kemenangan Sprint Race.
Marquez sempat memimpin balapan setelah menyalip Acosta di tikungan terakhir pada lap menjelang akhir. Namun manuver agresif tersebut membuat pembalap KTM itu melebar dari jalur balap.
Steward kemudian memutuskan bahwa manuver Marquez terlalu berisiko dan memaksanya mengembalikan satu posisi kepada Acosta. Akibat penalti tersebut, Acosta akhirnya keluar sebagai pemenang Sprint Race.
Meski banyak pihak mempertanyakan keputusan tersebut, Thomas Luthi menilai hukuman itu masih wajar. Ia bahkan menyebut Marquez terlalu memaksakan diri untuk kembali memimpin balapan.
"Menurut saya penalti itu tepat. Itu bukan hukuman berat seperti long lap penalty. Marc hanya diminta mengembalikan posisi," ujar Luthi kepada Motorsport Magazin.
Menurut Luthi, insiden tersebut bermula ketika Marquez kehilangan momentum setelah mengalami slide pada bagian belakang motornya di tikungan lima. Kesalahan kecil itu dimanfaatkan Acosta untuk mengambil alih posisi terdepan.
Marquez kemudian berusaha merebut kembali posisi tersebut secepat mungkin. Namun upaya tersebut justru membuatnya melakukan manuver terlalu agresif di tikungan terakhir.
"Marc sangat ingin kembali ke posisi depan. Ia masuk ke tikungan dengan kecepatan terlalu tinggi sehingga tidak mampu mempertahankan racing line," jelas Luthi.
Akibatnya, Acosta terpaksa mengangkat motornya untuk menghindari kontak yang bisa berujung kecelakaan. Situasi tersebut membuat steward memutuskan bahwa Marquez telah memaksa rivalnya keluar dari jalur balap.
Beberapa pihak di Ducati, termasuk manajer tim Davide Tardozzi, sempat mempertanyakan keputusan steward karena menilai tidak terjadi kontak signifikan antara kedua pembalap.
Namun rekaman balapan menunjukkan bahwa manuver Marquez memang membuat Acosta kehilangan jalur idealnya. Menurut Luthi, kondisi tersebut sudah cukup menjadi alasan bagi steward untuk menjatuhkan penalti.
Meski begitu, duel sengit antara Marquez dan Acosta justru menjadi sinyal bahwa MotoGP 2026 berpotensi menghadirkan banyak pertarungan menarik sepanjang musim.
Artikel Tag: Marc Marquez, Thomas Luthi, MotoGP Thailand, Pedro Acosta