Kanal

Tim Hoki Es Olimpiade Italia Andalkan Pemain Keturunan, Abaikan Bintang NHL

Penulis: Hanif Rusli
11 Feb 2026, 20:24 WIB

Dalam tim hoki es putra Italia, lebih dari separuh pemain merupakan talenta lokal. Sisanya diisi pemain keturunan. (Foto: AP)

Italia sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Dingin Milan–Cortina 2026 memilih jalan berbeda dalam membangun tim hoki es nasionalnya.

Alih-alih memburu pemain aktif NHL berdarah Italia, federasi setempat memutuskan mengandalkan kombinasi pemain lokal dan atlet keturunan yang berkarier di Eropa serta Amerika Utara.

Keputusan itu membuat skuad hoki es Italia menjadi “campuran global” dengan identitas nasional yang tetap kuat.

Salah satu sosok penting adalah Dustin Gazley, kelahiran Novi, Michigan.

Ia sempat meniti karier panjang di Amerika Serikat, termasuk lebih dari 300 pertandingan di American Hockey League (AHL), sebelum hijrah ke Eropa dan menetap di Bolzano, Italia.

Kini, Gazley membela Italia di Olimpiade yang digelar di kandang sendiri. “Saya tidak pernah menoleh ke belakang sejak pindah ke sini,” ujarnya.

Dalam tim hoki es putra Italia, lebih dari separuh pemain merupakan talenta lokal. Sisanya diisi pemain keturunan, termasuk dua kelahiran Amerika Serikat, delapan dari Kanada, dan satu dari Swedia.

Thomas Larkin, yang lahir di London dari ibu Italia dan ayah Amerika, menilai komposisi ini mencerminkan sejarah Italia. “Ini benar-benar seperti melting pot. Kami semua bangga menjadi orang Italia,” katanya.

Tim putri Italia juga mendapat suntikan tenaga dari luar negeri. Lima pemain berasal dari Amerika Serikat dan tiga dari Kanada.

Penjaga gawang Gabriella Durante, kelahiran Calgary, sukses membawa Italia melaju ke perempat final Olimpiade untuk pertama kalinya.

Sementara itu, Amie Varano dari Massachusetts mengaku bangga bisa mewakili tanah leluhur keluarganya dari Calabria. “Begitu saya mendapat paspor Italia, ada rasa bangga luar biasa,” ujarnya.

Proses naturalisasi dan kelayakan bermain tidak instan. Pemain keturunan harus memiliki paspor Italia dan membela tim nasional setidaknya dua tahun.

Nick Saracino, pemain berusia 33 tahun asal St. Louis, mengakui sempat ragu bisa menembus tim Olimpiade. “Tapi akhirnya saya bertahan dan ini pengalaman yang luar biasa,” katanya.

Kini berusia 37 tahun, Gazley mengenang masa mudanya yang sempat berlatih bersama Alex Ovechkin di kamp Washington Capitals.

“Saya harus duel satu lawan satu dengannya. Itu tidak menyenangkan,” kenangnya sambil tersenyum.

Meski mengandalkan bantuan asing, para pemain sepakat tujuan jangka panjangnya adalah membangun jalur pembinaan hoki es yang kuat di Italia.

Untuk saat ini, mengenakan seragam Italia di Olimpiade kandang menjadi kebanggaan tersendiri.

“Selama darahnya Italia dan mereka bangga memakai warna ini, itu sudah cukup,” ujar Larkin.

Artikel Tag: Olimpiade Musim Dingin, Hoki es, Milano Cortina 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru