Ambisi Gila Devin Haney, Incar Dua Duel Terbesar Sekaligus di Kelas Welter
Devin Haney
Berita Tinju: Devin Haney semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu petinju terbaik dunia lintas divisi. Pemegang gelar WBO welterweight tersebut secara terbuka menyatakan ambisinya untuk meningkatkan peringkat pound for pound dengan cara menghentikan rekor sempurna dua petinju papan atas.
Setelah lebih dulu meraih gelar juara dunia di kelas lightweight dan super lightweight, Haney menjalani debutnya di kelas welter pada November lalu. Dalam laga tersebut, petinju asal Amerika Serikat itu tampil dominan saat menantang Brian Norman Jr dan sukses merebut gelar juara dunia dalam sebuah penampilan yang dinilai sebagai salah satu pertarungan terbaik tahun ini.
Keberhasilan tersebut membuka babak baru dalam karier Haney. Kelas welter kini diprediksi bakal semakin padat dengan kehadiran nama nama besar, dan Haney melihat momen ini sebagai peluang untuk menegaskan dirinya sebagai figur utama di divisi 147 pon.
Salah satu tantangan datang dari Keyshawn Davis, mantan juara dunia WBO kelas ringan. Davis secara terbuka memanggil Haney usai meraih kemenangan atas Jamaine Ortiz dalam laga pendukung pertarungan Shakur Stevenson melawan Teofimo Lopez. Tantangan itu langsung mendapat respons dari Devin Haney melalui media sosial.
Haney menegaskan kesiapannya menghadapi Davis sebelum melangkah ke duel yang lebih besar. Ia bahkan menyebut pertarungan melawan Shakur Stevenson sebagai laga paling bergengsi di dunia tinju saat ini. “Pertarungan saya dengan Shakur adalah duel terbesar di tinju sekarang. Saya mau hadapi Keyshawn lebih dulu, setelah itu Shakur,” ujar Haney.
Selain dua nama tersebut, Haney juga membuka pintu bagi legenda tinju dunia Manny Pacquiao. Petinju asal Filipina itu dikabarkan tertarik kembali naik ring demi memecahkan rekornya sendiri sebagai juara dunia welter tertua sepanjang sejarah. Namun, rencana Pacquiao sebelumnya menghadapi juara WBA Rolando Romero gagal terwujud karena tidak tercapai kesepakatan.
Saat ini, Romero diproyeksikan menghadapi penantang wajib Shakhram Giyasov. Meski demikian, skenario masih bisa berubah karena Conor Benn disebut siap masuk sebagai opsi alternatif apabila Giyasov bersedia menerima kesepakatan step aside.
Dengan banyaknya opsi pertarungan besar di kelas welter, posisi Devin Haney kini semakin strategis. Jika mampu menaklukkan rival rival elite tersebut, Haney berpeluang besar mengukuhkan dirinya sebagai wajah utama tinju dunia generasi sekarang.
Artikel Tag: WBO, Tinju kelas welter, Devin Haney, Shakur Stevenson, Keyshawn Davis