Carl Froch Prediksi Conor Benn Mampu Hentikan Prograis
Conor Benn
Berita Tinju: Pertarungan antara Conor Benn dan Regis Prograis yang dijadwalkan berlangsung pada 11 April di Tottenham Hotspur Stadium, London, menjadi salah satu duel yang menarik perhatian penggemar tinju dunia. Laga ini akan digelar sebagai bagian dari undercard pertarungan utama Tyson Fury melawan Arslanbek Makhmudov.
Duel tersebut juga menjadi penampilan pertama Benn setelah mengambil keputusan mengejutkan dengan meninggalkan promotor lamanya, Eddie Hearn dari Matchroom Boxing. Petinju Inggris berusia 29 tahun itu memilih menandatangani kontrak dengan Zuffa Boxing milik Dana White. Kesepakatan satu pertarungan tersebut kabarnya bernilai hingga puluhan juta dolar.
Meski demikian, keputusan Benn menghadapi Regis Prograis menuai beragam tanggapan. Prograis bukanlah nama sembarangan di dunia tinju. Petinju asal Amerika Serikat itu pernah dua kali menjadi juara dunia kelas super ringan dan dikenal memiliki pengalaman panjang di level elite.
Namun pada usia 37 tahun, banyak pengamat menilai performa Prograis sudah tidak berada di level terbaiknya. Hal itu terlihat dalam beberapa pertarungan terakhirnya, termasuk saat menghadapi Joseph Diaz pada Agustus lalu. Dalam laga tersebut, Prograis memang berhasil menang setelah duel sengit selama 10 ronde, tetapi performanya dinilai tidak seimpresif saat ia menghadapi Josh Taylor pada 2019.
Saat itu, Prograis kalah tipis melalui keputusan mayoritas dalam pertarungan unifikasi yang dianggap sebagai salah satu duel terbaik di kelas 140 pon. Meski kalah, ia tetap menunjukkan kualitas teknik dan daya tahan yang membuat namanya dihormati di divisi tersebut.
Kini, tantangan yang dihadapi Prograis menjadi semakin berat karena ia harus naik kelas untuk menghadapi Benn di bobot tangkapan 150 pon. Perbedaan ukuran tubuh ini menjadi salah satu faktor yang disorot oleh mantan juara dunia kelas menengah super Carl Froch.
Dalam kanal YouTube pribadinya, Froch menilai Benn memiliki keuntungan fisik yang cukup besar dibanding lawannya.
“Dia akan menghadapi Regis Prograis yang sebenarnya petinju lebih kecil dan juga lebih tua. Dia memang mantan juara dunia kelas 140 pon,” ujar Froch.
Menurut Froch, kondisi Prograis yang sudah melewati masa puncaknya serta naik kelas membuat Benn berada di posisi yang lebih menguntungkan. Meski begitu, ia tetap menilai duel ini sebagai ujian paling berat bagi Benn sepanjang kariernya.
“Ini mungkin pertarungan tersulit yang pernah dijalani Conor Benn. Tetapi saya tetap memperkirakan Benn akan memenangkan pertarungan ini dan menyelesaikannya lebih cepat,” kata Froch.
Sementara itu, Prograis sempat mengungkapkan bahwa timnya mencoba bernegosiasi soal batas berat badan serta klausul rehidrasi. Namun kubu Benn memilih tetap bertahan pada ketentuan awal yang telah disepakati.
Dengan latar belakang kedua petinju yang berbeda, duel Conor Benn melawan Regis Prograis diprediksi akan menjadi salah satu laga yang paling dinantikan dalam rangkaian acara tinju di London bulan depan.
Artikel Tag: Tyson Fury, Carl Froch, conor benn, Regis Prograis