Kanal

Cucu Muhammad Ali Dirikan Aliansi Untuk Tolak RUU Tinju Baru

Penulis: Hanif Rusli
12 Apr 2026, 03:32 WIB

Nico Ali Walsh, cucu legenda tinju Muhammad Ali. (Foto: Fight TV)

Nico Ali Walsh, cucu legenda tinju Muhammad Ali, mengumumkan pembentukan aliansi baru untuk mempertahankan Undang-Undang Reformasi Tinju Muhammad Ali (Ali Act) dari perubahan yang dinilai merugikan petinju.

Aliansi tersebut, yang diberi nama Ali Act Preservation Alliance (AAPA), dibentuk sebagai respons terhadap upaya TKO Group untuk meloloskan RUU baru bernama Muhammad Ali American Boxing Revival Act.

RUU tersebut telah lolos tahap awal di DPR Amerika Serikat pada Maret lalu dan kini akan dibahas di Senat.

Dalam pernyataan resminya, AAPA menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah melindungi kepentingan petinju yang mempertaruhkan keselamatan di ring.

“Aliansi ini ada untuk satu tujuan, yaitu melindungi kepentingan petinju,” demikian isi pernyataan tersebut.

Kelompok ini menilai RUU yang diusulkan berpotensi menciptakan monopoli dalam industri tinju.

Mereka juga menolak gagasan pembentukan organisasi tinju terpadu yang memiliki kendali penuh atas peringkat, pertandingan, hingga sabuk juara.

Jika RUU tersebut disahkan, promotor seperti Zuffa Boxing berpotensi beroperasi dengan model serupa UFC, termasuk mengelola sistem gelar, kelas berat, dan peringkat sendiri.

Walsh menilai hal tersebut dapat mengancam keseimbangan industri dan mengurangi pilihan bagi petinju dalam jangka panjang.

“Jika mereka mengontrol kontrak, peringkat, dan gelar juara, itu adalah awal dari monopoli,” ujar Walsh.

AAPA juga menyebut RUU tersebut sebagai kebijakan yang berpotensi merugikan pekerja dan bertentangan dengan semangat Ali Act yang selama ini melindungi petinju dari praktik tidak adil.

Selain Walsh, aliansi ini melibatkan sejumlah tokoh penting dalam dunia tinju, termasuk CEO Golden Boy Promotions Oscar De La Hoya, Presiden WBC Mauricio Sulaiman, serta mantan petarung MMA Carlos Newton.

Sebagai langkah lanjutan, Walsh berencana bersama De La Hoya untuk menemui anggota Senat di Washington dalam beberapa pekan ke depan guna menyampaikan keberatan mereka terhadap RUU tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi publik terkait dampak kebijakan tersebut.

“Jika kami tidak bisa menghentikannya, setidaknya kami ingin orang memahami apa yang sebenarnya terjadi,” kata Walsh.

Menurutnya, meski RUU tersebut diklaim hanya menambah aturan tanpa mengubah Ali Act, kenyataannya setiap penambahan akan berdampak pada struktur yang ada.

Dengan terbentuknya aliansi ini, perdebatan mengenai masa depan regulasi tinju di Amerika Serikat diperkirakan akan semakin intens dalam waktu dekat.

Artikel Tag: Muhammad Ali

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru