Kanal

Dana White Klaim Jadi Negosiator Utama Duel Tyson Fury Vs Anthony Joshua

Penulis: Hanif Rusli
10 Jun 2026, 08:43 WIB

Dana White memiliki keterlibatan langsung dalam proses penyusunan pertarungan yang telah lama gagal terwujud selama bertahun-tahun. (Foto: Fight TV)

Presiden Zuffa Boxing, Dana White, kembali memanaskan pembicaraan seputar duel akbar antara Tyson Fury dan Anthony Joshua dengan mengklaim bahwa dirinya merupakan pihak yang bertanggung jawab dalam proses negosiasi kontrak pertarungan tersebut.

White bahkan menyindir promotor Joshua, Eddie Hearn, dengan mengatakan bahwa Hearn tidak mengetahui lokasi pasti pertarungan yang disebut-sebut akan menjadi salah satu laga terbesar dalam sejarah tinju Inggris tersebut.

Fury dan Joshua, dua nama terbesar di kelas berat Inggris dalam satu dekade terakhir, kini berada di jalur yang sama untuk akhirnya bertemu pada akhir 2026.

Namun, pertarungan itu masih bergantung pada hasil laga pemanasan yang akan mereka jalani pada musim panas tahun ini.

Meski kedua petinju dikabarkan telah menandatangani kontrak, hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai tanggal maupun lokasi pertandingan yang telah lama dinantikan penggemar tinju dunia tersebut.

Selain persoalan jadwal, perdebatan juga muncul terkait siapa yang akan menjadi promotor utama dalam penyelenggaraan duel tersebut.

Dana White bersikeras bahwa Zuffa Boxing akan memimpin promosi acara.

Namun, pernyataan itu sebelumnya mendapat bantahan dari Eddie Hearn, promotor Fury Frank Warren, serta manajer Fury, Spencer Brown, yang mengindikasikan bahwa White tidak akan memegang peran utama.

Menanggapi keraguan tersebut, Dana White memberikan jawaban tegas saat konferensi pers setelah berakhirnya acara Zuffa Boxing di Bournemouth yang menghadirkan kemenangan Chris Billam-Smith atas Ryan Rozicki.

“Apakah mereka sudah mengumumkan lokasi pertarungan itu? Saya tahu di mana tempatnya. Lihat saja apa yang akan terjadi dalam 30 hari ke depan,” kata White.

Pernyataan tersebut semakin memperkuat kesan bahwa White memiliki keterlibatan langsung dalam proses penyusunan pertarungan yang telah lama gagal terwujud selama bertahun-tahun.

Ketika ditanya mengenai laporan yang menyebut kontrak pertarungan tidak memberikan peran kepadanya sebagai promotor utama, Dana White kembali membantahnya.

“Apakah menurut kalian saya akan berbohong di depan publik lalu terlihat seperti orang bodoh? Apa gunanya melakukan itu?” ujarnya.

White juga menegaskan bahwa proses negosiasi kontrak tidak dilakukan oleh Hearn.

“Telepon Eddie sekarang dan tanyakan di mana pertarungan itu akan digelar. Tanyakan juga siapa yang menegosiasikan kontraknya. Itu bukan dia,” kata White.

Sementara itu, kedua petinju masih fokus menjalani agenda masing-masing sebelum kemungkinan bertemu pada akhir tahun.

Joshua dijadwalkan menghadapi Kristian Prenga di Jeddah, Arab Saudi, pada 25 Juli mendatang. Kemenangan dalam pertarungan tersebut diyakini akan membuka jalan menuju duel besar melawan Fury.

Petinju berusia 36 tahun itu terakhir kali tampil pada Desember lalu ketika mengalahkan Jake Paul dalam laga yang menyita perhatian publik internasional.

Di sisi lain, Fury juga diperkirakan kembali bertarung pada awal Agustus sebagai bagian dari persiapannya menuju duel sesama petinju Inggris tersebut.

Fury sendiri baru kembali dari masa pensiun pada April lalu dan langsung meraih kemenangan angka atas Arslanbek Makhmudov di Tottenham Hotspur Stadium.

Dengan kedua kubu yang terus memberikan pernyataan berbeda terkait peran promotor dan detail acara, perhatian publik kini tertuju pada pengumuman yang dijanjikan White dalam beberapa pekan ke depan.

Jika semua berjalan sesuai rencana, duel Fury melawan Joshua akhirnya dapat terwujud setelah bertahun-tahun hanya menjadi wacana.

Artikel Tag: Tyson Fury, Anthony Joshua, Dana White

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru