Daniel Dubois Incar Pertarungan Ketiga Melawan Oleksandr Usyk
Daniel Dubois (kiri) dua kali kalah melalui penghentian dari Oleksandr Usyk, yakni pada Agustus 2023 dan Juli 2025. (Foto: Fight TV)
Daniel Dubois ingin mendapatkan kesempatan ketiga menghadapi juara kelas berat versi The Ring, Oleksandr Usyk, sebelum petinju Ukraina tersebut pensiun.
Keinginan itu disampaikan setelah Dubois menghentikan Fabio Wardley pada ronde kedua dalam pertarungan ulang di O2 Arena, London, Sabtu (17/10).
Dubois (24-3, 23 KO), yang menempati peringkat pertama penantang gelar Usyk versi The Ring, menjatuhkan Wardley pada ronde pertama sebelum mengakhiri pertarungan pada ronde kedua.
Hasil tersebut menjadi kemenangan penghentian kedua secara beruntun atas Wardley (20-2-1, 19 KO), setelah ia menang melalui penghentian pada ronde ke-11 dalam pertemuan pertama mereka pada 9 Mei di Manchester.
Daniel Dubois menilai pengalaman dari pertarungan pertama membuatnya memahami cara menghadapi Wardley. Menurutnya, kekalahan sebelumnya meninggalkan dampak psikologis bagi lawannya.
“Anda bisa mengatakan dia memiliki banyak luka mental. Jadi, saya hanya perlu membawanya kembali ke situasi itu. Itu sebuah kenangan, bukan?” kata Dubois.
Namun, Daniel Dubois juga memiliki kenangan buruk saat menghadapi Usyk.
Petinju berusia 29 tahun itu dua kali kalah melalui penghentian dari sang juara, yakni pada ronde kesembilan di Wroclaw, Polandia, pada Agustus 2023, serta ronde kelima dalam duel ulang di Stadion Wembley pada Juli 2025.
Meski demikian, Dubois yakin dirinya telah berkembang dan kini mampu memberikan kekalahan profesional pertama kepada Usyk, yang memiliki rekor 25 kemenangan tanpa kekalahan dengan 16 knockout.
“Saya sangat ingin melawannya lagi. Kali ini kami akan menang. Kami sudah membuat kesalahan, tetapi kali ini kami akan keluar sebagai pemenang. Saya petinju yang berbeda sekarang,” ujarnya.
Usyk baru menjalani satu pertarungan sejak kemenangan keduanya atas Dubois. Petinju berusia 39 tahun itu menghentikan Rico Verhoeven pada ronde ke-11 dalam duel di Giza, Mesir, pada 23 Mei.
Usyk sebelumnya menyatakan kemungkinan hanya akan bertanding satu kali lagi sebelum mengakhiri kariernya.
Sejumlah opsi disebut sedang dipertimbangkan untuk Usyk, termasuk duel melawan David Benavidez atau pertarungan trilogi dengan Tyson Fury.
Situasi tersebut bisa membuat harapan Dubois menghadapi Usyk untuk ketiga kalinya sulit terwujud.
Karena itu, unifikasi melawan juara dari badan tinju lain menjadi pilihan yang lebih realistis.
Ketika ditanya mengenai lawan berikutnya, pemegang gelar WBO tersebut menyebut nama juara WBC Agit Kabayel, tetapi menegaskan dirinya terbuka menghadapi siapa pun.
“Saya mendengar pembicaraan tentang Agit Kabayel, tetapi saya akan menghadapi siapa pun yang berikutnya dalam antrean, siapa pun yang membayar paling besar,” katanya.
Daniel Dubois juga menjelaskan bahwa fokus dan persiapannya membuat kemenangan atas Wardley berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan pertemuan pertama.
Ia mengaku sudah siap bertarung sejak mengenakan perlengkapan sebelum memasuki ring.
“Saya berada dalam kondisi sangat fokus dan tidak akan membiarkan diri saya ditolak. Saya menolak kalah. Ayah saya sudah mengatakan ronde kedua pada hari itu, jadi saya hanya berpikir, ‘Baik, Pak,’” ujar Dubois.
Artikel Tag: oleksandr usyk, Daniel Dubois, Agit Kabayel