Denys Berinchyk Peringatkan Sam Noakes Jelang Duel Mereka di London
Denys Berinchyk (kanan) dan Sam Noakes. (Foto: Fight TV)
Mantan juara dunia WBO kelas ringan Denys Berinchyk siap kembali naik ring setelah 18 bulan absen.
Petinju Ukraina itu langsung menghadapi Sam Noakes dalam pertarungan 10 ronde di O2 Arena, London, Sabtu (29/8), yang menjadi bagian dari kartu pertandingan Moses Itauma melawan Filip Hrgovic.
Denys Berinchyk terakhir bertanding pada Februari 2025 ketika kehilangan gelar WBO setelah dikalahkan Keyshawn Davis.
Setelah menjalani masa pemulihan panjang, petinju berusia 38 tahun tersebut memilih kembali bertanding dalam laga besar tanpa terlebih dahulu menjalani pertarungan pemanasan.
“Dia petarung yang sangat kuat dan berpengalaman. Dia baru saja bertarung untuk gelar dunia tetapi kalah. Sekarang dia ingin bangkit dan menghadapi saya. Saya tahu lawan seperti apa yang akan saya hadapi, jadi anggap ini serius,” kata Denys Berinchyk kepada The Ring.
Peraih medali perak Olimpiade tersebut mengaku tidak mempermasalahkan langsung menghadapi lawan berbahaya setelah lama tidak bertanding.
Menurutnya, tidak ada waktu untuk menjalani laga pemanasan.
“Tidak ada waktu untuk pertarungan tune-up dan saya tidak melihat gunanya. Jadi, kami langsung menuju level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Meski tidak aktif di atas ring, Berinchyk tetap menjalani kesibukan selama masa jeda.
Ia menjalani operasi bahu dan hidung setelah pertarungan melawan Davis, kemudian melewati proses rehabilitasi panjang sebelum kembali membangun kondisi fisik untuk tinju.
Berinchyk mengatakan hidungnya patah akibat benturan bahu Davis dan baru diketahui setelah dirinya pulang dan menjalani pemeriksaan.
Ia juga memanfaatkan masa pemulihan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama istri dan empat anaknya.
Selain keluarga, Berinchyk tetap membantu pasukan Ukraina sejak perang dengan Rusia dimulai pada 2022.
Ia mengatakan masih berkomunikasi secara rutin dan membantu memenuhi kebutuhan tertentu, mulai dari peralatan hingga bantuan finansial.
Kini, fokusnya kembali sepenuhnya kepada tinju. Berinchyk menyadari pertarungan melawan Noakes menjadi laga penting bagi masa depannya.
Ia bahkan mengakui kekalahan dapat menandai akhir karier profesionalnya. Namun, jika itu terjadi, Berinchyk terbuka untuk mencoba cabang olahraga tarung lain seperti bare-knuckle, MMA, atau K-1.
“Saya memahami taruhannya sangat tinggi: menang atau karier tinju profesional saya berakhir,” katanya.
Berinchyk tetap yakin persiapannya cukup untuk menghadapi Noakes. Ia mengaku telah berlatih sejak awal 2026 demi mempersiapkan comeback.
Noakes merupakan petinju peringkat ketujuh kelas ringan versi The Ring dengan rekor 18-1 dan 16 KO.
Petinju asal Maidstone itu pernah merebut gelar Inggris, Commonwealth, dan Eropa sebelum mendapat kesempatan memperebutkan gelar WBO melawan Abdullah Mason pada November 2025.
Noakes kalah melalui keputusan mutlak setelah pertarungan sengit 12 ronde.
Ia juga dikenal sebagai pemukul berbahaya, tetapi telah membuktikan mampu bertinju selama 12 ronde ketika mengalahkan Yvan Mendy dan Ryan Walsh.
“Bersiaplah, Sam. Ini akan menjadi pertarungan besar,” kata Berinchyk.
Artikel Tag: Denys Berinchyk, Keyshawn Davis