Derek Chisora Panaskan Rivalitas, Dubois Dicap Gampang Menyerah
Derek Chisora
Berita Tinju : Karier panjang Derek Chisora di dunia tinju profesional akan segera mencapai garis akhir. Meski demikian, petinju berusia 43 tahun itu masih menyempatkan diri untuk melempar sindiran tajam kepada rival-rivalnya di kelas berat, termasuk kepada Daniel Dubois yang ia sebut sebagai “petinju yang menyerah”.
Chisora dikenal sebagai salah satu petarung paling tangguh dalam dua dekade terakhir. Ia pernah dua kali menantang gelar juara dunia kelas berat, masing-masing saat menghadapi Vitali Klitschko pada 2012 dan Tyson Fury satu dekade kemudian. Meski selalu gagal merebut sabuk juara, reputasinya sebagai petarung keras kepala tetap diakui.
Setelah kekalahan dari Fury, banyak pihak mendesaknya untuk pensiun. Namun, Chisora memilih melanjutkan karier dengan target mencapai 50 pertarungan profesional. Keputusan itu sempat diragukan, tetapi ia justru mampu membalikkan keadaan dengan meraih tiga kemenangan beruntun jelang duel terakhirnya.
Dalam waktu dekat, Chisora akan menghadapi Deontay Wilder dalam laga yang disebut-sebut sebagai penutup kariernya. Menariknya, meski berada di penghujung perjalanan, posisinya masih cukup tinggi dalam peringkat dunia, bahkan sempat menempati posisi dua besar versi IBF.
Situasi tersebut membuka peluang bagi Chisora untuk kembali bertarung memperebutkan gelar dunia, terutama jika sabuk IBF menjadi lowong. Namun, ia menegaskan tetap akan pensiun setelah menghadapi Wilder, terlepas dari hasil yang diraih.
Di tengah persiapannya, Chisora melontarkan komentar kontroversial saat sesi wawancara. Dalam sebuah permainan asosiasi kata, ia menyebut Dubois sebagai “quitter” atau petinju yang menyerah. Pernyataan ini langsung memicu reaksi luas di kalangan penggemar dan pengamat tinju.
Label tersebut bukan tanpa alasan. Dubois sempat mendapat kritik setelah kalah dari Joe Joyce pada 2020, ketika ia tidak mampu melanjutkan pertarungan akibat cedera mata. Situasi serupa juga terjadi saat menghadapi Oleksandr Usyk pada 2023, meski keputusan tersebut masih menuai perdebatan.
Meski demikian, banyak pihak menilai keputusan Dubois saat itu sebagai langkah bijak demi menjaga karier jangka panjangnya. Kini, ia memiliki kesempatan untuk membuktikan diri dengan mencoba merebut kembali gelar dunia saat menghadapi Fabio Wardley.
Pernyataan Derek Chisora pun menambah panas persaingan di divisi kelas berat, sekaligus menjadi penutup dramatis bagi perjalanan panjangnya di dunia tinju.
Artikel Tag: Tinju Dunia, Derek Chisora, Heavyweight, Daniel Dubois