Kanal

Floyd Schofield Incar Duel Gelar Dunia Lawan Abdullah Mason di 2026

Penulis: Hanif Rusli
13 Jan 2026, 02:02 WIB

Bagi Floyd Schofield, melawan Mason menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa ia layak berada di puncak dunia tinju. (Foto: Fight TV)

Meski tidak menjalani tahun yang terlalu sibuk, Floyd Schofield memastikan bahwa satu penampilannya di 2025 tidak berlalu tanpa dampak.

Petinju berusia 23 tahun itu hanya naik ring sekali sepanjang tahun, namun tampil eksplosif dengan menghentikan mantan juara dunia Tevin Farmer hanya dalam waktu sedikit lebih dari satu menit pada ronde pertama, Juni lalu.

Sejak kemenangan tersebut, Schofield memang belum kembali bertanding. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya siap melangkah ke panggung besar berikutnya.

Di tengah padatnya persaingan kelas ringan yang dipenuhi nama-nama ternama, Schofield justru mengarahkan bidikannya pada satu sosok muda yang tengah naik daun: juara dunia WBO Abdullah Mason.

“Saya ingin pertarungan melawan Abdullah Mason,” ujar Floyd Schofield kepada MillCity Boxing. “Dua petinju muda bertemu di awal karier mereka pada 2026. Siapa yang tidak mau melihat pertarungan seperti itu?”

Mason, 21 tahun, tengah berada di puncak sorotan. Pada 22 November lalu di ANB Arena, Riyadh, Arab Saudi, ia merebut gelar dunia WBO kelas ringan dalam percobaan pertamanya dengan mengalahkan Sam Noakes.

Laga tersebut berlangsung sengit dan disebut-sebut sebagai kandidat Fight of the Year.

Kemenangan itu menjadikan Mason (20-0, 17 KO) sebagai juara dunia termuda di dunia tinju saat ini.

Di sisi lain, Floyd Schofield (19-0, 13 KO) memang belum menyandang status juara dunia, namun kepercayaan dirinya tak kalah besar.

Ia yakin memiliki kualitas, kekuatan, dan mentalitas untuk menantang Mason, bahkan mengakhiri pertarungan sebelum batas waktu.

Pertarungan antara dua petinju yang sama-sama belum mencapai puncak fisik mereka akan menjadi sesuatu yang jarang terjadi di level gelar dunia.

 Biasanya, duel besar “dimatangkan” bertahun-tahun demi nilai komersial. Namun bagi Schofield, menunggu bukanlah pilihan menarik.

“Tidak perlu dimarinasi,” tegasnya. “Saya ingin sekarang. Saya akan menghentikannya.”

Keinginan Schofield mencerminkan pendekatan berani yang semakin jarang terlihat di era modern tinju, di mana risiko sering dihindari.

Jika duel ini benar-benar terwujud, publik akan disuguhi bentrokan generasi muda yang bisa menentukan arah divisi kelas ringan dalam satu dekade ke depan.

Bagi Floyd Schofield, melawan Mason bukan sekadar perebutan sabuk juara, melainkan kesempatan untuk membuktikan bahwa ia layak berada di puncak dunia tinju—sekarang, bukan nanti.

Artikel Tag: Floyd Schofield

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru