Israil Madrimov Bangkit dari Keraguan Diri, Siap Kembali Ramaikan Kelas 154
Bagi Israil Madrimov, duel ini bukan sekadar comeback, melainkan tes penting untuk mengukur sejauh mana ia masih mampu bersaing di level elite. (Foto: Fight TV)
Israil Madrimov menyadari bahwa penampilannya dalam laga terakhir jauh dari versi petarung tangguh yang pernah memberi Terence Crawford ujian terberat dalam kariernya.
Saat menghadapi Vergil Ortiz Jr. pada Februari lalu di Riyadh, petinju asal Uzbekistan itu tampil lamban, sulit melepaskan pukulan, dan tampak kehilangan sebagian dari identitasnya di atas ring.
Israil Madrimov mengakui bahwa kekalahan angka mutlak dari Ortiz bukan semata karena kualitas lawan.
Masalah kesehatan serius menghantui persiapannya. Ia menderita bronkitis pernapasan yang menyebar ke paru-paru hingga menyebabkan pneumonia.
Kondisi tersebut membatasi sesi sparring dan menggerus kepercayaan dirinya selama kamp latihan.
Secara fisik dan mental, ia merasa jauh dari kondisi terbaiknya seperti saat menghadapi Crawford pada Agustus 2024.
Meski timnya sempat mendesak agar ia mundur, Madrimov memilih tetap bertarung.
Ia tak ingin kembali menarik diri dari laga besar setelah sebelumnya batal melawan Serhii Bohachuk pada Desember 2024 karena alasan kesehatan.
Baginya, kesempatan bertarung di panggung Riyadh Season adalah kehormatan yang tak ingin disia-siakan, meski tubuhnya belum sepenuhnya siap.
Hasilnya, Ortiz menang di ketiga kartu juri dan Madrimov menelan kekalahan kedua beruntun. Setelah laga tersebut, perjalanan berat belum berakhir.
Israil Madrimov harus menjalani dua operasi besar: memperbaiki labrum robek di bahu kiri dan meniskus robek di lutut kiri.
Proses pemulihan memakan waktu, namun kini ia mengklaim telah pulih sepenuhnya.
Di usia 30 tahun, Madrimov merasa tubuhnya kembali merespons dengan baik dalam latihan.
Sebagai Muslim taat, ia ingin kembali naik ring sebelum Ramadan dimulai pada 17 Februari.
Kesempatan itu datang saat ia dijadwalkan menghadapi David Salazar dari Republik Dominika dalam laga 10 ronde di Las Vegas, disiarkan DAZN.
Bagi Israil Madrimov, duel ini bukan sekadar comeback, melainkan tes penting untuk mengukur sejauh mana ia masih mampu bersaing di level elite.
Peringkat tiga kelas 154 versi The Ring itu menegaskan ambisinya tak berubah: menghadapi petarung terbaik, nama-nama terbesar, dan kembali memburu gelar juara dunia.
Jika laga ini berjalan sesuai rencana, Madrimov berharap musim panas nanti menjadi awal babak baru dalam perjalanannya menuju puncak junior middleweight.
Artikel Tag: Israil Madrimov, Terence Crawford, riyadh, Arab Saudi, uzbekistan