Johnny Fisher Fokus Hadapi Michael Pirotton, Bukan Rencana Besar Zuffa
Johnny Fisher mengetahui ekspektasi besar yang menyertainya, tetapi menolak melihat terlalu jauh ke depan. (Foto: Fight TV)
Johnny Fisher memilih fokus sepenuhnya menghadapi Michael Pirotton pada 26 September dan tidak ingin memikirkan rencana besar Zuffa Boxing terhadap kariernya.
Fisher akan menghadapi petinju Belgia tersebut dalam pertarungan kelas berat 10 ronde di Copper Box Arena, London.
Duel ini akan menjadi pertarungan keduanya sejak bergabung dengan pelatih Tony Sims, sekaligus debut Fisher di bawah promotor Zuffa Boxing.
Pertarungan tersebut akan disiarkan Sky Sports di Inggris dan juga tersedia melalui Paramount+ di Amerika Serikat.
Johnny Fisher, 27 tahun, meninggalkan pelatih lamanya, Mark Tibbs, lebih dari 12 bulan lalu dan kemudian bergabung dengan Sims.
Kerja sama tersebut sempat menghadapi ujian berat ketika Fisher nyaris mengalami kekalahan dalam pertarungan melawan Ivan Balaz pada 6 Desember di Monte Carlo.
Fisher sempat mendapat pukulan keras pada ronde pertama dan berada dalam situasi sulit selama beberapa menit.
Namun, ia mampu bangkit dan menghentikan Balaz yang sebelumnya tidak terkalahkan pada ronde keempat.
Pengalaman tersebut memberikan Sims gambaran lebih jelas mengenai kekuatan dan kelemahan Fisher dibandingkan sesi latihan biasa.
Selama sekitar sembilan bulan terakhir, keduanya berusaha menambahkan variasi teknik ke dalam gaya bertarung Fisher tanpa menghilangkan karakter agresif yang selama ini menjadi senjatanya.
"Saya merasa telah banyak berlatih hal-hal berbeda bersama Tony di gym. Saya lebih banyak melakukan gerakan menghindar dan mulai menggunakan otak tinju saya lebih banyak," kata Fisher.
"Namun, saya tidak akan kehilangan karakter saya, yaitu sangat agresif, eksplosif, dan terus maju. Itulah kekuatan saya. Senjata utama saya adalah kekuatan, jadi saya akan memastikan menggunakannya pada 26 September," lanjutnya.
Pertarungan melawan Pirotton juga menjadi kesempatan Fisher kembali ke Copper Box Arena.
Ia terakhir bertanding di arena tersebut ketika dihentikan Dave Allen pada ronde kelima dalam pertarungan ulang mereka pada Mei 2025.
Fisher diperkirakan kembali mendapat dukungan besar dari para penggemarnya yang akan melakukan perjalanan singkat dari Essex.
Namun, lawannya, Pirotton, bukan petinju yang bisa diremehkan. Petinju Belgia itu memiliki rekor 12-2 dengan enam kemenangan KO.
Duel tersebut juga menjadi awal perjalanan Fisher bersama Zuffa Boxing, promotor yang dipimpin Presiden dan CEO UFC Dana White.
Zuffa tengah berusaha memperkuat posisinya di pasar tinju Inggris dan berharap Fisher dapat menjadi salah satu petarung utama dalam rencana tersebut.
Johnny Fisher mengetahui ekspektasi besar yang menyertainya, tetapi menolak melihat terlalu jauh ke depan.
"Dengar, pertarungan berikutnya selalu menjadi pertarungan paling penting," ujar Fisher.
"Saya punya lawan di depan saya yang memiliki ambisi, rekor bagus, dan baru saja bertarung beberapa hari lalu. Jadi, saya harus sangat bugar dan fokus. Satu hal yang pasti, di gym Tony Sims, saya akan menjadi keduanya," katanya.
Artikel Tag: Johnny Fisher