Kanal

Keyshawn Davis Yakin Berada di Ambang Jadi Wajah Baru Dunia Tinju

Penulis: Hanif Rusli
20 Jan 2026, 13:18 WIB

Keyshawn Davis melakukan perombakan besar dalam timnya, termasuk berpisah dengan pelatih ternama Brian “Bomac” McIntyre, demi perkembangan karier. (Foto: Fight TV)

Petinju Amerika Serikat Keyshawn Davis merasa momen kebangkitannya sudah semakin dekat.

Peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 itu dengan penuh keyakinan menyebut dirinya berada di ambang menjadi wajah baru dunia tinju, asalkan mampu meraih kemenangan meyakinkan dalam laga terdekatnya.

Davis dijadwalkan menghadapi Jamaine Ortiz pada 31 Januari mendatang dalam ajang “Ring 6” di Madison Square Garden, New York.

Pertarungan tersebut juga akan menjadi debut Davis di kelas welter junior (140 pound). Bagi banyak pengamat, kemenangan atas Ortiz sudah akan dianggap sebagai hasil positif.

Namun bagi Keyshawn Davis, targetnya jauh lebih besar. Ia percaya bahwa kemenangan dengan cara knockout akan menjadi penanda dimulainya eranya.

“Saat saya menjatuhkan Jamaine pada 31 Januari, orang-orang akan bilang Keyshawn adalah wajah baru tinju,” ujar Davis dalam wawancara di acara The Last Stand with Brian Custer.

“Saya benar-benar merasa, ketika saya menjatuhkan Jamaine, mereka akan mengatakan Keyshawn siap mengambil alih.”

Petinju berusia 26 tahun itu sebenarnya sempat berada di jalur kebangkitan cepat dengan rekor sempurna 13 kemenangan tanpa kekalahan, sembilan di antaranya melalui knockout.

Namun, laju kariernya terhenti oleh insiden besar menjelang laga kandang pada 7 Juni lalu.

Davis gagal memenuhi batas berat badan dengan selisih 4,3 pound saat dijadwalkan mempertahankan gelar WBO kelas ringan melawan Edwin De Los Santos.

Akibatnya, pertarungan dibatalkan dan ia dicopot dari gelar juara.

Situasi semakin memburuk setelah Davis terlibat keributan di belakang panggung bersama adiknya, Keon Davis.

Laporan menyebutkan mereka menyerang Nahir Albright usai Albright menang angka atas Kelvin Davis, kakak Keyshawn.

Sejak insiden tersebut, Keyshawn Davis praktis tersisih dari sorotan dan harus menunggu kesempatan untuk menebus kesalahan.

Kesempatan itu akhirnya datang lewat duel melawan Ortiz, petinju 29 tahun yang sedang dalam tren positif dengan tiga kemenangan beruntun, dua di antaranya melalui knockout.

Namun, Davis mengaku tidak gentar. Ia bahkan melakukan perombakan besar dalam timnya, termasuk berpisah dengan pelatih ternama Brian “Bomac” McIntyre, langkah yang menurutnya perlu demi perkembangan karier.

Keyshawn Davis yakin tahun 2026 akan menjadi titik balik.

“Di 2026, nama saya akan masuk daftar pound-for-pound,” tegasnya. “Kalian akan melihat Keyshawn sebagai petinju yang siap mengambil alih dunia tinju.”

Artikel Tag: Keyshawn Davis, Amerika Serikat, Tinju, boxing, olimpiade tokyo 2020, olimpiade, Tokyo, Jamaine Ortiz, madison square garden, New York, Kelas Welter Junior, WBO, Kelas Ringan, lightweight, Edwin De Los Santos, Kelvin Davis, Petinju

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru