Kanal

Lin Yu-ting Amankan Kemenangan Perdana Pasca Verifikasi Jenis Kelamin

Penulis: Hanif Rusli
02 Apr 2026, 20:14 WIB

Lin Yu-ting sempat absen dari sejumlah turnamen internasional sejak aturan tersebut diberlakukan. (Foto: Fight TV)

Petinju Taiwan, Lin Yu-ting, mencatat kemenangan pada laga internasional pertamanya sejak Olimpiade Paris 2024 setelah dinyatakan lolos uji kelayakan jenis kelamin oleh World Boxing.

Bertanding di Kejuaraan Asia yang digelar di Ulaanbaatar, Mongolia, Selasa (31/3), Lin tampil dominan dengan mengalahkan petinju Thailand Thananya Somnuek dengan skor mutlak 5-0 pada babak 16 besar kelas 60 kilogram.

Hasil tersebut memastikan langkahnya ke perempat final untuk menghadapi unggulan asal Jepang, Ayaka Taguchi.

Lin, yang kini berusia 30 tahun, baru mendapat izin bertanding kurang dari dua pekan sebelum kejuaraan dimulai.

Keputusan tersebut diambil setelah World Boxing menyatakan ia telah memenuhi syarat kelayakan berdasarkan kebijakan baru yang diterapkan sejak Agustus tahun lalu.

Sebagai badan pengelola tinju tingkat Olimpiade yang baru mengambil alih sejak 2025, World Boxing mewajibkan seluruh atlet menjalani tes genetik satu kali untuk mendeteksi keberadaan kromosom Y.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan dan integritas kompetisi.

Sebelumnya, Lin Yu-ting sempat absen dari sejumlah turnamen internasional sejak aturan tersebut diberlakukan.

Ia sendiri memastikan tiket ke Kejuaraan Asia sejak Desember lalu setelah mengalahkan kompatriotnya, Wu Shih-yi, yang merupakan peraih medali perunggu Olimpiade Paris di kelas yang sama.

Status kelayakan Lin baru dikonfirmasi secara resmi pada 19 Maret, dengan keterangan bahwa ia diperbolehkan tampil dalam ajang yang berada di bawah naungan World Boxing.

Meski demikian, belum ada kepastian apakah Lin harus kembali menjalani tes serupa untuk bisa tampil di Olimpiade berikutnya.

International Olympic Committee diketahui telah mengumumkan aturan baru yang mencakup larangan bagi atlet transgender serta kewajiban tes genetik satu kali sepanjang karier atlet.

Lin Yu-ting sebelumnya meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024 bersama petinju Aljazair, Imane Khelif.

Keberhasilan keduanya sempat menjadi sorotan internasional dan memicu perdebatan terkait standar kelayakan yang digunakan saat itu.

World Boxing menyatakan bahwa mereka juga menyediakan mekanisme banding serta evaluasi tambahan bagi atlet yang memiliki karakteristik genetik tertentu, termasuk analisis hormon dan pemeriksaan medis lanjutan oleh spesialis.

Kemenangan di Mongolia ini menjadi langkah awal Lin dalam melanjutkan kariernya di level internasional di tengah penerapan regulasi baru yang lebih ketat dalam dunia tinju.

Artikel Tag: World Boxing, Imane Khelif, Lin Yu-ting

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru