Moses Itauma Sebut Duel Lawan Franklin Kunci Menuju Perebutan Gelar
Moses Itauma (kiri) dan Jermaine Franklin Jr. (Foto: Fight TV)
Petinju kelas berat Inggris, Moses Itauma, menyebut pertarungan melawan Jermaine Franklin Jr. sebagai “bagian terakhir dari teka-teki” dalam upayanya menuju perebutan gelar dunia.
Itauma (13-0, 11 KO) dijadwalkan menghadapi Franklin (24-2, 15 KO) dalam laga yang digelar di Manchester, Sabtu (28/3) waktu setempat.
Duel ini dinilai sebagai ujian terbesar dalam karier profesionalnya sejauh ini.
Petinju berusia 21 tahun tersebut tengah berusaha menambah jam terbang setelah sebagian besar kemenangannya diraih dengan cepat.
Dalam sembilan pertarungan terakhir, Moses Itauma tidak pernah melewati ronde kedua, dengan total hanya 26 ronde yang telah dijalani sepanjang kariernya.
Kemenangan terakhir Itauma diraih melalui penghentian ronde pertama atas Dillian Whyte pada Agustus lalu. Namun, aktivitasnya sempat terhambat selama tujuh bulan akibat cedera serta kesulitan menemukan lawan yang bersedia menghadapi dirinya.
Menghadapi Franklin menjadi kesempatan bagi Itauma untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait kemampuannya, terutama dalam menghadapi pertarungan yang lebih panjang dan tekanan dari lawan berpengalaman.
“Pertarungan ini adalah bagian terakhir dari teka-teki. Ada banyak pertanyaan tentang diri saya, baik dari tim, penggemar, maupun diri saya sendiri,” ujar Moses Itauma dalam konferensi pers.
Franklin sendiri bukan lawan sembarangan. Dua kekalahannya hanya terjadi melalui keputusan angka saat menghadapi nama besar seperti Anthony Joshua dan Dillian Whyte. Pengalaman tersebut membuatnya diprediksi mampu memberikan perlawanan sengit.
Itauma menegaskan fokusnya sepenuhnya tertuju pada Franklin, mengingat kemenangan dalam laga ini menjadi syarat utama sebelum melangkah ke level berikutnya.
“Tidak ada gunanya membicarakan lawan lain jika saya tidak bisa melewati Franklin,” katanya.
Awal karier Moses Itauma yang impresif bahkan memunculkan perbandingan dengan legenda tinju Mike Tyson.
Namun, dominasi cepatnya di atas ring juga menimbulkan keraguan mengenai kemampuannya menghadapi ronde-ronde akhir serta situasi sulit saat menerima tekanan.
Promotor Frank Warren menilai laga ini sebagai momen penting dalam perkembangan Itauma. Ia menyebut Franklin sebagai petinju berpengalaman yang dapat menguji berbagai aspek kemampuan Itauma.
“Ini adalah ujian terbesar dalam kariernya. Franklin memiliki pengalaman dan akan memberikan banyak pertanyaan di atas ring,” ujar Warren.
Warren juga menekankan pentingnya bagi Itauma untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya mengandalkan kekuatan pukulan, tetapi juga memiliki kemampuan teknik dan strategi yang lengkap.
“Dia harus membuktikan bahwa dia bisa bertinju dengan baik, bukan hanya memukul keras,” tambahnya.
Dengan ekspektasi tinggi yang menyertainya, kemenangan atas Franklin dapat membuka jalan bagi Itauma untuk mendekati perebutan gelar dunia dalam waktu dekat.
Namun, kegagalan dalam laga ini berpotensi memperlambat laju kariernya.
Pertarungan di Manchester ini pun menjadi titik krusial bagi Itauma untuk membuktikan kualitasnya di level elite kelas berat.
Artikel Tag: Mike Tyson