Nathaniel Collins Siap Bertarung Ulang dengan Cristobal Lorente di Glasgow
Nathaniel Collins (kiri) dan Cristobal Lorente. (Foto: Fight TV)
Petinju Skotlandia Nathaniel Collins bertekad menggabungkan kecerdasan taktik dan kekuatan fisik saat menjalani pertarungan ulang melawan juara Eropa kelas bulu tak terkalahkan, Cristobal Lorente.
Pertarungan kedua antara Collins dan Lorente dijadwalkan berlangsung pada 17 April di OVO Hydro Arena.
Selain memperebutkan gelar juara Eropa, pemenang duel tersebut juga akan menjadi penantang wajib bagi pemegang sabuk kelas bulu versi World Boxing Council (WBC), Bruce Carrington.
Kedua petinju sebelumnya telah bertemu pada Oktober lalu dalam pertarungan yang berlangsung sengit di Glasgow.
Laga tersebut berakhir imbang setelah 12 ronde, meskipun banyak pengamat menilai Collins tampil sedikit lebih unggul.
Dalam pertarungan pertama itu, Collins mampu memadukan teknik tinju dan agresivitas dengan baik selama tujuh ronde awal.
Ia bahkan sempat melukai Lorente dan terlihat mengumpulkan keunggulan poin yang cukup.
Namun situasi berubah pada paruh kedua pertarungan.
Menyadari laga mulai menjauh darinya, Lorente yang memiliki rekor 20 kemenangan tanpa kekalahan dengan tiga hasil imbang (20-0-3, 8 KO) meningkatkan intensitas serangannya dan tampil lebih agresif.
Di sisi lain, Nathaniel Collins justru memilih untuk membalas setiap serangan lawannya alih-alih tetap bertahan pada strategi awal yang lebih terukur.
Keputusan itu membuat jalannya pertarungan menjadi semakin terbuka hingga ronde terakhir.
Setelah 12 ronde, banyak pihak menilai petinju kidal berusia 29 tahun asal Bearsden tersebut telah melakukan cukup banyak untuk memenangkan pertandingan tipis.
Namun hanya satu dari tiga juri yang memberikan kemenangan untuk Collins, sehingga duel tersebut berakhir dengan hasil imbang terbelah.
Collins mengaku hasil tersebut membuatnya sangat kecewa. Ia bahkan membutuhkan waktu sebelum kembali berlatih karena masih merasa frustrasi dengan hasil yang diperoleh.
“Saya bahkan tidak ingat kapan terakhir kali saya tidak memenangkan pertarungan,” kata Collins kepada The Ring. “Saya sangat kecewa. Butuh waktu sebelum saya kembali berlatih karena perasaan itu.”
Menurut Nathaniel Collins, hasil tersebut terasa semakin berat karena pertarungan pertama mereka juga merupakan eliminator yang berpotensi membuka jalan menuju perebutan gelar dunia.
Ia sempat merasa telah menyia-nyiakan peluang besar, meskipun banyak orang menilai dirinya sebenarnya layak memenangkan pertarungan tersebut.
Meski demikian, Collins tidak menyalahkan juri ataupun mencari alasan lain atas hasil tersebut.
Ia menilai kesalahan terbesar justru datang dari dirinya sendiri karena tidak tetap disiplin menjalankan rencana pertandingan.
“Saya kecewa pada diri sendiri karena saya yang membiarkan kesempatan itu lepas,” ujarnya. “Saya terlalu ingin mengakhiri pertarungan dan memberikan pertunjukan bagi penonton.”
Nathaniel Collins mengakui bahwa dorongan emosional untuk tampil spektakuler di depan publik tuan rumah membuatnya terlalu terlibat dalam pertarungan jarak dekat.
Padahal menurutnya, jika ia tetap fokus pada teknik tinju dan memanfaatkan keunggulan taktiknya, kemenangan seharusnya bisa diraih dengan lebih meyakinkan.
Dengan peluang perebutan gelar dunia di depan mata, Nathaniel Collins kini bertekad tampil lebih disiplin dalam pertarungan ulang melawan Lorente.
Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya petinju agresif, tetapi juga petinju dengan kemampuan teknik yang matang.
“Para penggemar sudah melihat bahwa saya bisa memberikan pertarungan menarik,” kata Collins. “Sekarang saatnya saya menunjukkan sisi lain, bahwa saya juga petinju yang sangat baik secara teknik.”
Artikel Tag: Bruce Carrington