☰
Kanal
✕

Pat Brown Mulai Ikuti Jejak Legenda Tinju Ricky Hatton di Manchester

Penulis: Hanif Rusli
30 Sep 2026, 03:08 WIB

Pat Brown disebut sebagai salah satu pemukul terkeras di kelas penjelajah dan gelar Eropa dipandang sebagai tahapan yang masuk akal dalam perkembangan kariernya. (Foto: Fight TV)

Pat Brown mulai disebut sebagai salah satu penerus Ricky Hatton setelah merebut gelar kelas penjelajah Inggris di Co-op Live Arena, Manchester, pada 19 September.

Petinju berusia 26 tahun itu menghentikan John Hedges pada ronde keenam di hadapan sekitar 5.000 penonton.

Pat Brown (7-0, 7 KO) tampil sebagai petinju utama dalam pertunjukan besar di kota kelahirannya untuk pertama kali.

Kemenangan tersebut sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu prospek penting dalam tinju Inggris.

Momen itu mengingatkan pada perjalanan Hatton, yang membangun popularitasnya secara bertahap di Manchester.

Salah satu titik penting terjadi pada Juli 2001 ketika Hatton tampil di Velodrome bersama sejumlah petinju lokal. Ia mencuri perhatian dengan kemenangan KO ronde keempat atas Jason Rowland.

Popularitas Hatton kemudian berkembang pesat. Ia mengalahkan Kostya Tszyu dalam salah satu kemenangan terbesar dalam kariernya sebelum melanjutkan perjalanan ke Las Vegas dan menjadi salah satu daya tarik utama tinju Inggris.

Co-op Live Arena tempat Brown bertanding berjarak kurang dari satu kilometer dari Velodrome. Kemenangan tersebut juga terjadi sekitar sepekan setelah peringatan satu tahun meninggalnya Hatton.

“Itu luar biasa dan jelas merupakan penonton terbaik yang pernah saya hadapi,” kata Brown, yang keluarganya memiliki hubungan dekat dengan Hatton.

“Saya merasa karier saya terus meningkat dan cukup cepat. Saya sudah melewati hampir setiap situasi. Perbedaannya sekarang hanya ukuran dan kapasitas penonton yang datang,” ujarnya.

Promotor Matchroom, Eddie Hearn, bahkan telah membayangkan Brown menghadapi juara kelas penjelajah versi The Ring, Jai Opetaia (31-0, 24 KO), di Old Trafford, markas Manchester United.

Namun, Brown memilih meredam pembicaraan tersebut. Ia menyadari masih membutuhkan beberapa pertarungan sebelum menghadapi petinju sekaliber Opetaia.

“Saya tidak tahu. Itu keputusan tim saya, tetapi saya pikir saya masih punya beberapa pertarungan sebelum menghadapinya karena tidak ada salahnya menjalani beberapa laga lagi,” kata Brown.

Brown baru dua kali bertanding tahun ini karena mengalami cedera ringan. Ia kini berharap dapat menjaga momentum sebelum mengambil langkah lebih besar.

Hearn menilai Brown memiliki kemampuan untuk menghadapi Opetaia, tetapi menganggap perkembangan bertahap sebagai pilihan yang tepat.

Menurutnya, Brown baru berusia 26 tahun sehingga masih memiliki waktu untuk berkembang.

“Saya yakin dia bisa memenangkan pertarungan itu, tetapi seperti yang dia katakan, tidak ada salahnya menunggu. Dia hanya akan menjadi lebih baik,” ujar Hearn.

Hearn juga menyebut Pat Brown sebagai salah satu pemukul terkeras di kelas penjelajah dan melihat gelar Eropa sebagai tahapan yang masuk akal dalam perkembangan kariernya sebelum mengejar pertarungan yang lebih besar.

Artikel Tag: Ricky Hatton, Jai Opetaia, Pat Brown

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru