☰
Kanal
✕

Pryce Taylor Bidik Gelar Regional untuk Buka Jalan ke Puncak

Penulis: Hanif Rusli
07 Nov 2026, 22:20 WIB

Pryce Taylor akan menghadapi Tsotne Rogava dalam perebutan gelar regional yang lowong di Kiva Auditorium, Albuquerque, New Mexico, Sabtu (7/11). (Foto: Fight TV)

Petinju kelas berat tak terkalahkan asal Brooklyn, Amerika Serikat, Pryce Taylor, bertekad membangun karier menuju gelar juara dunia dengan tetap fokus pada setiap tahapan yang harus dilaluinya.

Petinju berusia 30 tahun itu akan menghadapi Tsotne Rogava dalam perebutan gelar regional yang lowong di Kiva Auditorium, Albuquerque, New Mexico, Sabtu (7/11).

Pryce Taylor (13-0, 8 KO) berharap dapat mengikuti jejak sejumlah petinju legendaris Brooklyn, seperti Mike Tyson, Riddick Bowe, dan Shannon Briggs, yang pernah menjadi juara dunia kelas berat.

Namun, dia memilih tidak terlalu memikirkan pencapaian para pendahulunya.

"Saya selalu merasa terhormat ketika orang-orang membandingkan saya dengan petinju hebat dari masa lalu Brooklyn. Namun, sejujurnya, saya tidak terlalu memikirkan masa lalu. Saya hanya fokus pada masa kini dan masa depan," kata Taylor kepada The Ring.

Pertarungan melawan Rogava (13-1, 8 KO) akan berlangsung selama 10 ronde sebagai bagian dari rangkaian pertandingan sebelum Abraham Perez mempertahankan gelar interim kelas terbang WBA melawan Yankiel Rivera.

Seluruh pertandingan akan disiarkan secara langsung melalui DAZN.

Pryce Taylor menganggap perebutan gelar regional tersebut sebagai langkah awal menuju kesempatan bertarung lebih besar di divisi kelas berat.

Dia juga termotivasi oleh sejumlah petinju legendaris yang pernah memenangi gelar serupa, termasuk Muhammad Ali, George Foreman, dan Wladimir Klitschko.

"Saya bersemangat. Ini merupakan awal dari hal-hal besar yang bisa saya capai di divisi ini. Semuanya dimulai dengan memenangi gelar yang sangat dihormati," ujarnya.

Taylor memiliki pengalaman amatir cukup panjang dengan catatan 75 kemenangan dan 11 kekalahan.

Dia juga dua kali menjuarai New York Golden Gloves. Namun, Taylor tidak pernah mendapatkan kesempatan tampil di Olimpiade, berbeda dengan Rogava yang berkompetisi pada Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada 2021.

Pryce Taylor mengakui Rogava memiliki keunggulan pengalaman Olimpiade, postur besar, dan pukulan jab yang bagus.

Meski demikian, dia yakin mampu mengantisipasi gaya bertarung lawannya setelah mempelajari rekaman pertandingannya.

Petinju dengan tinggi badan 193 sentimeter dan berat sekitar 127 kilogram itu juga mendapat pengalaman berharga melalui sesi latih tanding bersama mantan juara dunia WBC Deontay Wilder serta petinju kelas berat Jarrell Miller dan Otto Wallin.

Menurut Taylor, pengalaman tersebut membantunya memahami persaingan di level tertinggi sekaligus mengetahui aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Kemenangan atas Rogava diharapkan membawanya masuk 15 besar peringkat dunia dan membuka peluang menghadapi lawan-lawan besar di berbagai negara.

Rogava sendiri merupakan petinju Ukraina berusia 33 tahun yang pernah kalah dari Frazer Clarke dalam Olimpiade.

Dia kemudian tampil di WBC Grand Prix 2025. Setelah kalah angka mayoritas dari Ahmed Krnjic pada Agustus 2025, Rogava kembali meraih kemenangan dalam pertandingan berikutnya.

Artikel Tag: Mike Tyson, Riddick Bowe

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru