Kanal

Regie Suganob Bangkit dan Hentikan Sivenathi Nontshinga di Ronde Kelima

Penulis: Hanif Rusli
13 Sep 2026, 12:26 WIB

Regie Suganob (kanan) melakukan selebrasi setelah menumbangkan Sivenathi Nontshinga pada ronde kelima. (Foto: Fight TV)

Regie Suganob bangkit dari knockdown pada ronde ketiga untuk menghentikan Sivenathi Nontshinga pada ronde kelima dalam pertarungan eliminator gelar kelas terbang ringan IBF di Bohol Wisdom School, Tagbilaran City, Bohol.

Suganob memastikan kemenangan terbesar dalam kariernya setelah menghujani Nontshinga dengan tiga pukulan tangan kanan dari jarak dekat.

Mantan juara dunia itu terjatuh dan wasit veteran Tony Weeks menghentikan hitungan setelah melihat Nontshinga tidak mampu melanjutkan pertarungan.

Penghentian resmi terjadi pada 2 menit 54 detik ronde kelima.

Nontshinga kemudian mendapat bantuan oksigen di atas ring dan ditangani tim medis.

Kekalahan tersebut menjadi kekalahan ketiganya melalui penghentian dalam tiga tahun terakhir saat menghadapi petinju level dunia.

Kemenangan itu membuat Regie Suganob (19-1, 8 KO) menjadi penantang wajib bagi juara kelas terbang ringan IBF, Thanongsak Simsri.

Simsri dijadwalkan mempertahankan gelarnya melawan Mark Vicelles dalam dua pekan mendatang.

Pertarungan dua petinju kelas terbang ringan yang masuk peringkat The Ring tersebut menjadi laga utama “Kumong Bol-Anon 26”.

Kehadiran sejumlah ofisial internasional, termasuk Presiden IBF Daryl Peoples, turut membuat pertarungan itu mendapat perhatian besar dalam tinju Filipina.

Pada ronde pertama, tidak banyak aksi berarti terjadi. Namun, Suganob beberapa kali melepaskan serangan beruntun ketika Nontshinga berada dengan punggung menempel pada tali.

Nontshinga yang merupakan mantan juara dunia mampu mengandalkan jab sambil bergerak mundur dan terlihat nyaman menghadapi tekanan Suganob yang masih sporadis.

Tekanan Suganob semakin meningkat seiring berjalannya pertarungan.

Petinju Filipina itu terkadang terlalu bernafsu sehingga membuka celah, terutama karena dukungan penonton tuan rumah yang terus menyemangatinya.

Nontshinga memanfaatkan situasi tersebut dengan serangan balik yang efektif.

Pola tersebut berlanjut pada ronde ketiga. Suganob bekerja ke arah tubuh, melepaskan pukulan dari jarak dekat dan beberapa kombinasi, tetapi aksinya berakhir ketika ia kehilangan keseimbangan dan jatuh ke kanvas.

Nontshinga berhasil membaca gerakan lawannya dan mendaratkan pukulan yang tidak terlihat oleh Suganob di dekat bahunya.

Reaksi Suganob yang terlambat membuat Weeks mulai menghitung. Knockdown itu menjadi ujian penting, tetapi Suganob justru semakin meningkatkan tekanan setelah kembali berdiri.

Nontshinga gagal mempertahankan jarak secara konsisten. Suganob terus mengejarnya dan tidak memberinya kesempatan untuk beristirahat.

Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada pertengahan ronde kelima ketika tiga pukulan kanan dari jarak dekat menjatuhkan Nontshinga dan mengakhiri pertarungan.

Nontshinga sebelumnya sempat menjanjikan penampilan berbeda setelah lama tidak bertanding.

Namun, Regie Suganob mendapat keuntungan dari aktivitas bertanding yang lebih rutin dan akhirnya tampil sebagai pemenang yang pantas.

Artikel Tag: Sivenathi Nontshinga

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru