Ryan Garcia Langsung Pasang Target Besar usai Tumbangkan Conor Benn
Ryan Garcia (kanan) menilai pertarungan melawan Teofimo Lopez (yang hadir menonton di sisi ring) menjadi opsi yang paling mudah diwujudkan. (Foto: Fight TV)
Ryan Garcia langsung memasang target besar setelah menang telak atas Conor Benn.
Juara dunia kelas welter WBC itu menginginkan pertarungan melawan Teofimo Lopez berikutnya, sebelum membuka peluang menghadapi Devin Haney, Gervonta “Tank” Davis, atau Shakur Stevenson.
Ryan Garcia, 28 tahun, memperpanjang rekornya menjadi 26-2 dengan 21 kemenangan KO setelah menghentikan Benn pada ronde kedua di T-Mobile Arena, Sabtu (12/9).
Performa tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu bintang terbesar tinju saat ini.
Garcia telah menghadapi Davis pada 2023 dan Haney pada 2024. Dia kini menginginkan duel ulang dengan keduanya serta pertarungan unifikasi kelas welter melawan Lopez, pemegang sabuk WBA.
Menurut Garcia, pertarungan melawan Lopez menjadi opsi yang paling mudah diwujudkan.
Lopez baru naik kelas akhir Agustus dan merebut gelar WBA setelah menang angka mayoritas atas Rolando “Rolly” Romero.
Kemenangan itu menjadi kebangkitan setelah Lopez kalah angka mutlak dari Stevenson pada Januari.
“Saya pikir pertahanannya lemah. Orang-orang terlalu menilai tinggi pertahanannya. Saya rasa dia lebih mudah dipukul daripada yang dipikirkan banyak orang,” kata Garcia.
“Saya pikir saya akan menjatuhkannya. Pukulan saya keras dan begitu saya mengenainya, saya pikir dia akan goyah dan saya akan menyelesaikannya.”
Sementara itu, duel melawan Haney memiliki cerita yang lebih rumit.
Garcia mengalahkan Haney lewat keputusan mayoritas pada April 2024 dan menjatuhkannya tiga kali, tetapi hasil tersebut kemudian diubah menjadi no contest setelah Garcia positif ostarine.
Haney kemudian bangkit dan merebut gelar WBO dengan mengalahkan Brian Norman Jr.
Garcia menilai duel ulang dengan Haney belum akan terjadi dalam tujuh atau delapan bulan ke depan.
Dia menyebut keluarga Haney masih membutuhkan waktu setelah ibunda Haney meninggal pada Agustus.
Untuk Davis, Garcia mengatakan lawannya harus segera kembali bertarung setelah lama tidak tampil.
Davis, yang mengalahkan Garcia lewat KO ronde ketujuh pada 2023, belum bertanding sejak seri mayoritas melawan Lamont Roach Jr. pada Maret 2025.
Ayah sekaligus pelatih Garcia, Henry, menegaskan rematch dengan Davis harus berlangsung dengan syarat mereka.
Ryan Garcia tidak lagi ingin memberikan keuntungan berat badan seperti dalam pertarungan pertama.
Hal serupa berlaku untuk Stevenson. Garcia meminta juara kelas welter junior WBO itu naik ke 147 pound. Stevenson, yang belum memiliki jadwal pertarungan, sebelumnya telah merebut gelar di kelas 126, 130, 135, dan 140 pound.
“Kami selalu siap. Mereka harus naik ke 147 pound dan mari bertarung,” kata Garcia.
Artikel Tag: Teofimo Lopez, Ryan Garcia, conor benn