Shakur Stevenson Diberi Tenggat 60 Hari untuk Pertahankan Gelar WBO
Shakur Stevenson
Berita Tinju - Shakur Stevenson mulai menghadapi tekanan untuk segera menentukan pertarungan berikutnya setelah WBO memberikan batas waktu untuk mempertahankan gelar dunia kelas welter junior.
Stevenson merebut sabuk WBO pada Januari 2026 setelah mengalahkan Teofimo Lopez melalui keputusan mutlak. Kemenangan tersebut membuatnya menjadi juara dunia di empat kelas berbeda sekaligus semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu petinju terbaik dunia.
Tidak lama setelah kemenangan tersebut, Stevenson menandatangani kontrak promosi dengan Zuffa Boxing milik Dana White. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai tanggal, lokasi, maupun lawan untuk pertandingan berikutnya.
Situasi tersebut membuat Stevenson berpotensi menghadapi pertahanan gelar wajib. Presiden WBO Gustavo Olivieri disebut telah memberikan pemberitahuan tertulis bahwa sang juara memiliki waktu kurang dari 60 hari untuk memenuhi kewajiban tersebut.
Menurut laporan jurnalis Carlos Linares, langkah berikutnya adalah WBO mengeluarkan perintah resmi mengenai pertarungan wajib tersebut. Nama Raymond Muratalla disebut sebagai kandidat utama untuk menjadi lawan Shakur Stevenson.
Muratalla sebelumnya merupakan juara dunia IBF kelas ringan. Ia baru saja meninggalkan gelar tersebut untuk naik ke kelas welter junior dan kini menjadi salah satu penantang yang paling diperhitungkan di divisi tersebut. IBF kemudian memerintahkan pertarungan antara Andy Cruz dan Artur Subkhankulov untuk menentukan pemegang gelar yang kosong.
Muratalla juga membawa momentum positif setelah meraih kemenangan atas Robson Conceicao melalui keputusan mutlak. Sebelumnya, ia mempertahankan gelar kelas ringan IBF dengan mengalahkan Andy Cruz pada Januari.
Perpindahan Muratalla ke kelas welter junior membuat peluang mempertemukannya dengan Stevenson semakin terbuka. Presiden WBO sebelumnya memang sudah menyebut Muratalla sebagai salah satu kandidat kuat untuk posisi penantang wajib setelah naik kelas.
Jika WBO akhirnya menetapkan Muratalla sebagai penantang resmi, Stevenson kemungkinan masih akan mendapatkan kesempatan untuk bernegosiasi mengenai persyaratan pertarungan sebelum batas waktu pertahanan gelarnya ditentukan.
Duel tersebut akan menjadi ujian menarik bagi Stevenson. Muratalla dikenal sebagai petinju dengan kemampuan teknis dan pengalaman di level dunia, sementara Stevenson belum terkalahkan dalam karier profesionalnya.
Kini, masa depan gelar WBO Shakur Stevenson mulai bergantung pada keputusan yang akan dibuat dalam beberapa pekan mendatang. Jika gagal memenuhi kewajiban pertahanan gelar, posisi Stevenson sebagai juara dapat menghadapi ancaman serius.
Artikel Tag: Kelas Welter Junior, Shakur Stevenson, Raymond Muratalla