Teofimo Lopez Rebut Gelar WBA dan Jadi Juara Dunia Tiga Divisi
Teofimo Lopez (kanan) tampil dalam debutnya di kelas welter dan mampu mengatasi kekuatan pukulan Rolando Romero untuk meraih kemenangan. (Foto: Fight TV)
Teofimo Lopez menjadi juara dunia di tiga divisi setelah mengalahkan Rolando Romero melalui majority decision untuk merebut gelar kelas welter WBA di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu (22/8) malam.
Lopez tampil dalam debutnya di kelas welter dan mampu mengatasi kekuatan pukulan Romero untuk meraih kemenangan.
Satu juri memberikan skor 114-114, sedangkan dua juri lainnya memenangkan Lopez dengan skor 115-113 dan 116-112.
Kemenangan tersebut menjadi kebangkitan penting bagi Lopez setelah mengalami kekalahan angka mutlak dari Shakur Stevenson dalam perebutan gelar kelas super ringan WBO pada Januari lalu.
Rekor Lopez kini menjadi 23 kemenangan, dua kekalahan, dan 13 kemenangan knockout.
"Jika Anda kalah dan kemudian bangkit, berarti Anda tidak pernah benar-benar kalah karena Anda adalah pemenang," kata Teofimo Lopez seusai pertarungan. "Saya seorang pemenang. Saya contoh nyata tentang arti kemenangan, dan ini bukan soal kalah. Ini tentang tidak pernah menyerah."
Pertarungan tersebut juga menjadi penampilan pertama Romero sejak merebut gelar WBA melalui kemenangan mengejutkan atas Ryan Garcia pada Mei 2025.
Petinju asal Las Vegas itu harus menunggu sekitar 15 bulan sebelum kembali bertanding.
Romero sempat memberikan perlawanan. Pada ronde keempat, pukulan hook kiri baliknya membuat Lopez kehilangan keseimbangan.
Romero kemudian kembali membuat Lopez terlihat kesulitan melalui pukulan kanan pada ronde kelima.
Namun, Lopez segera bangkit dan memberikan respons terbaiknya pada ronde keenam dan ketujuh. Kecepatan serta timing Lopez membuat Romero kesulitan mempertahankan ritme hingga paruh kedua pertandingan.
Menurut Compubox, Lopez mendaratkan 124 dari 530 pukulan yang dilepaskan, sedangkan Rolando Romero hanya mengenai sasaran 73 dari 352 percobaan. Lopez juga mencatat 62 jab dan 124 pukulan ke tubuh.
Romero tidak menerima keputusan juri tersebut. Ia mengaku hanya terkena sedikit pukulan dan merasa tidak pernah berada dalam situasi berbahaya sepanjang pertarungan.
"Saya terkena dua pukulan sepanjang pertarungan yang bahkan hanya mengenai sedikit. Saya tidak pernah dalam masalah. Ketika mendengar skor 114-114, saya tahu itu adalah perampokan," ujar Romero.
Lopez dan Romero sebelumnya memiliki hubungan dekat karena pernah berlatih tanding berkali-kali sejak masa amatir hingga awal karier profesional. Namun, persahabatan tersebut tidak menghalangi Lopez untuk tampil agresif ketika diperlukan.
"Anda tidak akan menjatuhkan saya. Tidak semudah itu," kata Lopez menggambarkan keyakinannya saat menghadapi pukulan Romero.
Gelar baru tersebut membuka sejumlah peluang besar bagi Teofimo Lopez di kelas welter.
Ia berpotensi menghadapi juara WBO Devin Haney, pemenang duel Ryan Garcia melawan Conor Benn, atau juara IBF Liam Paro. Sementara itu, penantang wajib WBA saat ini adalah juara reguler Jack Catterall.
Bagi Rolando Romero, kekalahan ini menjadi yang pertama sejak ia dihentikan Isaac Cruz pada ronde kedelapan pada Maret 2024. Rekornya kini menjadi 17 kemenangan, tiga kekalahan, dan 13 kemenangan knockout.
Artikel Tag: Teofimo Lopez, Rolando Romero, Isaac Cruz