Zab Judah Prediksi Rolando Romero Menang atas Teofimo Lopez
Rolando Romero dan Teofimo Lopez
Berita Tinju - Zab Judah memiliki keyakinan besar terhadap peluang Rolando Romero ketika menghadapi Teofimo Lopez dalam perebutan gelar dunia WBA kelas welter.
Romero akan mempertahankan sabuknya melawan Lopez di T Mobile Arena, Las Vegas. Pertarungan ini menjadi laga pertama Romero sejak mengalahkan Ryan Garcia melalui keputusan mutlak pada Mei 2025.
Sementara itu, Lopez datang dengan misi besar. Mantan juara dunia kelas lightweight dan super lightweight tersebut berusaha merebut gelar di divisi ketiganya setelah kehilangan sabuk WBO super lightweight dari Shakur Stevenson pada Januari lalu.
Judah memiliki pengalaman menghadapi situasi serupa. Mantan juara dunia dua divisi itu pernah menjadi juara tak terbantahkan di kelas welter pada 2005, sehingga cukup memahami tantangan yang dihadapi kedua petinju.
Berbicara kepada MillCity Boxing, Judah justru melihat Romero memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan pertarungan.
Menurutnya, perubahan sikap Romero menjelang pertarungan menjadi salah satu alasan utama di balik prediksinya.
“Dulu, setiap kali kita melihat Romero mempersiapkan pertarungan, dia selalu berada di internet, mengatakan hal hal gila dan melakukan berbagai macam hal. Kali ini semua itu tidak terlihat. Dia benar benar fokus dan menjalani latihan,” kata Judah.
“Saya memprediksi Rolando Romero akan mengalahkan Teofimo Lopez. Dari informasi yang saya dengar tentang latihannya, dia tampil bagus dan bahkan sering menjatuhkan lawan lawan latihannya,” lanjutnya.
Rolando Romero memasuki pertarungan ini dengan momentum yang cukup berbeda. Kemenangan atas Garcia membuatnya mendapatkan sabuk WBA kelas welter, sebelum statusnya kemudian meningkat menjadi juara penuh.
Sebaliknya, Teofimo Lopez membutuhkan kemenangan untuk membangun kembali reputasinya setelah kekalahan dari Stevenson. Petinju berusia 29 tahun tersebut juga harus membuktikan bahwa dirinya mampu mempertahankan efektivitas setelah naik ke kelas welter.
Pertarungan ini memiliki konsekuensi besar bagi masa depan kedua petinju. Pemenangnya berpotensi mendapatkan kesempatan menyatukan gelar dengan juara WBC antara Ryan Garcia dan Conor Benn.
Selain itu, juara baru atau petahana juga dapat mengincar pertarungan melawan pemegang sabuk WBO Devin Haney atau juara IBF Liam Paro.
Dengan begitu, kemenangan di Las Vegas bukan hanya soal mempertahankan atau merebut gelar, tetapi juga menjadi pintu menuju pertarungan besar berikutnya di kelas welter.
Artikel Tag: WBO, WBA, IBF, kelas welter, Zab Judah, Teofimo Lopez, Rolando Romero