Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir Akui Persaingan Ganda Campuran Kian Sulit
Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir/[Foto:PBSI]
Jakarta - Legenda ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir mengaku cukup terkejut dengan persaingan sektor ganda campuran yang saat ini tak hanya dikuasai oleh tim raksasa China .
Hal itu berbanding lurus dengan kemenangan pasangan andalan Denmark, Mathias Christiansen / Alexandra Boje di final Indonesia Open 2026 beberapa waktu lalu dengan mengalahkan wakil China, Cheng Xing / Zhang Chi dua game ketat 21-19 dan 23-21.
"Kalau sekarang lebih nggak bisa ditebak siapa yang akan juara, semisal di turnamen Polytron Indonesia Open 2026," ujar Butet, sapaannya, di sela-sela penyelenggaraan Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada akhir pekan lalu.
"Kalau di zaman kita ada Zhang Nan/Zhao Yunlei dan Xu Chen/Majin terus ada pasangan Denmark. Kalau di-mapping dulu, bisa ketahuan siapa juaranya," katanya .
Namun, perkembangan sektor ganda campuran Indonesia banyak menuai sorotan lantaran tak mampu berbuat banyak bersaing di turnamen papan atas .
Jafar Hidayatullah / Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu adalah pasangan ganda campuran berperingkat tertingi yang dimiliki Merah Putih di posisi 9 dunia.
Meski Jafar dan Felisha berada di posisi 10 besar dunia, Liliyana Natsir menekankan untuk tak cepat puas karena persaingan saat ini kian merata.
"Kalau kita lihat, mereka cukup menjanjikan. Tapi jangan cepat puas," pungkasnya .
Selain Jafar/Felisha, ganda campuran Pelatnas Cipayung yang masuk persaingan papan atas adalah Amri Syahnawi / Nita Violina Marwah, Adnan Maulana / Indah Cahya Sari Jamil serta pasangan muda Marwan Faza / Aisyah Salsabila Putri Pranata.
Artikel Tag: Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Amri Syahnawi, Adnan Maulana, Jafar Hidayatullah, Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu