Kanal

Toprak Razgatlioglu Sebut Sistem Ban MotoGP Buat Dirinya Sulit Adaptasi

Penulis: Abdi Ardiansyah
15 Jul 2026, 14:40 WIB

Toprak Razgatlioglu

Berita MotoGP - Toprak Razgatlioglu mengungkap salah satu penyebab terbesar yang membuat proses adaptasinya di MotoGP berjalan lambat. Menurut pembalap Pramac Yamaha itu, perubahan spesifikasi ban di setiap seri membuatnya kesulitan.

Toprak Razgatlioglu masih menghadapi tantangan besar pada musim debutnya di MotoGP 2026. Juara dunia WorldSBK dua kali itu mengakui sistem penggunaan ban di MotoGP menjadi faktor utama yang menghambat proses adaptasinya sejak meninggalkan Kejuaraan Dunia Superbike.

Pembalap Pramac Yamaha tersebut kembali mengalami akhir pekan yang berat di MotoGP Jerman 2026. Meski berhasil mengamankan satu poin setelah finis di posisi ke-15 berkat banyaknya pembalap yang gagal menyelesaikan balapan, Toprak menyebut Sachsenring sebagai balapan terburuknya sejauh ini di kelas utama.

Menurut Toprak, masalah terbesar bukan hanya soal motor Yamaha YZR M1, melainkan perubahan spesifikasi ban Michelin yang selalu berbeda di setiap putaran MotoGP.

"Saya baru mulai memahami motor dan karakter ban. Tetapi setiap akhir pekan balapan kami selalu mendapat ban yang berbeda. Itu menghancurkan motivasi saya," ujar Toprak kepada Speedweek.

Mantan pembalap BMW dan Yamaha di WorldSBK itu menjelaskan bahwa ketika mulai merasa nyaman dengan satu jenis ban, seri berikutnya justru menghadirkan karakter ban yang berbeda sehingga ia harus memulai proses adaptasi dari awal.

"Saya sudah mulai terbiasa dengan satu paket ban, lalu kami datang ke sirkuit berikutnya dan menggunakan ban yang benar-benar berbeda. Di satu sisi ban memiliki cengkeraman yang baik, tetapi di sisi lain hampir tidak ada grip sama sekali."

Berbeda dengan WorldSBK yang menggunakan ban Pirelli dengan karakter relatif konsisten sepanjang musim, Michelin di MotoGP menyiapkan spesifikasi ban berbeda sesuai karakter masing-masing sirkuit. Bahkan pada beberapa lintasan, termasuk Sachsenring, digunakan ban asimetris yang memiliki kompon berbeda pada sisi kiri dan kanan untuk menyesuaikan beban saat menikung.

Toprak mengakui kondisi tersebut membuatnya semakin tertinggal dibanding para pembalap yang sudah bertahun-tahun membalap di MotoGP.

"Ini sangat sulit. Pembalap lain sudah mengenal lintasan, memahami karakter ban, dan tahu cara memaksimalkannya. Bagi mereka tentu lebih mudah. Bagi saya, akhir pekan ini benar-benar bencana."

Meski demikian, harapan besar mulai muncul menjelang musim 2027. MotoGP dipastikan beralih dari Michelin ke Pirelli sebagai pemasok ban tunggal bersamaan dengan penerapan regulasi teknis baru yang menggunakan mesin 850 cc.

Perubahan itu dinilai banyak pengamat sebagai salah satu faktor yang berpotensi mengubah peta persaingan. Pengalaman panjang Toprak  menggunakan ban Pirelli di WorldSBK diyakini dapat menjadi keuntungan besar saat seluruh pembalap MotoGP harus memulai adaptasi dari nol.

Jika mampu melewati sisa musim 2026 dengan terus memahami karakter motor Yamaha, pergantian ban pada 2027 bisa menjadi momentum yang membuka peluang Toprak Razgatlioglu tampil lebih kompetitif di kelas premier.

Artikel Tag: yamaha, Toprak Razgatlioglu, MotoGP 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru