Kanal

Tujuh Save Tak Cukup, Maarten Paes Kritik Antisipasi Bola Mati Ajax

Penulis: Abdi Ardiansyah
23 Feb 2026, 17:30 WIB

Maarten Paes debut bersama Ajax Amsterdam

Berita Sepak Bola: Debut Maarten Paes bersama Ajax Amsterdam di Eredivisie berakhir tanpa kemenangan. Meski tampil impresif di bawah mistar, kiper Timnas Indonesia itu menyoroti kelemahan timnya dalam menghadapi situasi bola mati.

Maarten Paes langsung menghadapi ujian berat pada laga debutnya bersama Ajax Amsterdam di kompetisi Eredivisie Belanda. Kiper Timnas Indonesia tersebut dipercaya tampil sebagai starter saat menghadapi NEC Nijmegen di Johan Cruijff ArenA, namun kemenangan yang diharapkan justru gagal diraih.

Ajax harus puas bermain imbang 1-1 meski sempat unggul lebih dulu melalui gol Mika Godts pada menit ke-39. Tim tamu akhirnya menyamakan kedudukan lewat Darko Nejašmić pada menit ke-57, gol yang lahir dari situasi bola mati yang kemudian menjadi sorotan utama Paes.

Usai pertandingan, penjaga gawang berusia 27 tahun itu tidak menutupi rasa kecewanya. Ia menegaskan Ajax seharusnya mampu mengamankan tiga poin ketika bermain di kandang sendiri.

“Saya pikir Ajax selalu harus menang di kandang melawan NEC, terutama dalam situasi kami sekarang yang sedang berjuang untuk posisi kedua,” ujar Paes dalam wawancara dengan ESPN.

Menurut mantan kiper FC Dallas tersebut, timnya perlu menunjukkan karakter lebih kuat saat menghadapi duel udara maupun perebutan bola dalam situasi set piece.

“Saya pikir kami harus lebih jantan sebagai tim dalam situasi seperti itu. Mereka mencetak dua gol, salah satunya dianulir, dari beberapa perebutan bola di sana. Kami harus memastikan memenangkan duel,” tegasnya.

Sepanjang pertandingan, NEC memang beberapa kali menciptakan ancaman melalui tendangan sudut dan tendangan bebas. Statistik menunjukkan Ajax berada di bawah tekanan, membuat Paes harus bekerja keras menjaga gawangnya.

Meski kebobolan satu gol, penampilan Paes tetap mendapat apresiasi. Ia mencatat tujuh penyelamatan penting yang menjaga Ajax terhindar dari kekalahan di hadapan publik sendiri.

Kesempatan debut tersebut datang setelah kiper utama Vitezslav Jaros mengalami cedera lutut serius. Paes mengungkapkan bahwa pelatih Fred Grim sebelumnya sempat memastikan kesiapan mentalnya sebelum pertandingan.

“Dia hanya bertanya apakah saya siap. Saya menjawab ya, dan hanya itu,” kata Paes.

Ia juga menyampaikan dukungan kepada rekan setimnya yang sedang mengalami cedera.

“Semoga yang terbaik untuk Vit dan Alex. Dua cedera dalam satu minggu tentu bukan situasi yang mudah,” ucapnya.

Dengan absennya Jaros hingga akhir musim, peluang Maarten Paes untuk terus menjadi pilihan utama di bawah mistar Ajax semakin terbuka. Performa solid di laga debut menjadi modal penting bagi kiper Timnas Indonesia tersebut untuk membuktikan konsistensinya di salah satu klub terbesar Belanda.

Artikel Tag: Timnas Indonesia, Ajax Amsterdam, Maarten Paes

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru