Kanal

USGA Perketat Lapangan, Pegolf US Open 2026 Hadapi Tantangan Baru

Penulis: Abdi Ardiansyah
21 Jun 2026, 09:15 WIB

Kondisi Shinnecock Hills dipastikan lebih menantang di putaran akhir US Open 2026

Berita Golf : USGA (United States Golf Association) memastikan kondisi lapangan pada putaran ketiga dan keempat US Open 2026 akan lebih menantang dibanding dua hari pertama. Keputusan tersebut diambil setelah prakiraan cuaca menunjukkan angin kencang yang berpotensi memengaruhi jalannya turnamen.

Sepanjang dua putaran awal, banyak pegolf menilai green di Shinnecock Hills terasa lebih lambat dan lebih lunak dibanding karakter khas lapangan tersebut. Kondisi itu sengaja diciptakan USGA untuk menghindari situasi ekstrem seperti yang sempat terjadi pada penyelenggaraan US Open 2004 dan 2018, ketika banyak pemain mengeluhkan lapangan yang terlalu sulit.

Mantan juara US Open di Shinnecock Hills, Brooks Koepka, termasuk yang terkejut dengan kondisi lapangan tahun ini.

"Green terasa sangat lunak. Ini berbeda dengan yang saya ingat sebelumnya. Saya mengerti alasan mereka melakukannya, tetapi memang terasa tidak biasa," ujarnya.

Pendapat serupa juga disampaikan Tommy Fleetwood. Pegolf Inggris itu mengaku terkejut melihat kondisi lapangan saat pertama kali berlatih, meski ia memahami bahwa keputusan tersebut diperlukan mengingat cuaca berangin sepanjang pekan.

Selama dua hari pertama, USGA menjaga kecepatan green di kisaran 10 hingga 10,5 pada Stimpmeter, lebih lambat dibanding standar turnamen mayor pada umumnya. Selain itu, petugas lapangan juga rutin menyiram permukaan green untuk menjaga kelembapan dan membuat bola lebih mudah berhenti saat mendarat.

Namun kondisi tersebut mulai berubah memasuki akhir pekan. Dalam pemberitahuan kepada para peserta, USGA mengungkapkan bahwa kecepatan green akan ditingkatkan hingga sekitar 11 pada Stimpmeter. Lapangan juga akan dibuat semakin keras sehingga bola akan memantul dan bergulir lebih jauh.

Perubahan ini diperkirakan akan semakin terasa karena kecepatan angin pada Sabtu diprediksi mencapai 30 mil per jam di beberapa area lapangan.

Meski demikian, Matt Fitzpatrick menilai posisi pin dan arah angin akan lebih menentukan dibanding perubahan kondisi green.

Sebaliknya, Rory McIlroy percaya lapangan akan kembali menunjukkan karakter asli Shinnecock Hills yang selama ini dikenal sebagai salah satu ujian tersulit dalam golf profesional.

"Lapangan mulai mengering dan saya rasa tren itu akan terus berlanjut sepanjang akhir pekan. Para pemain akan melihat kembali karakter Shinnecock yang sudah dikenal selama beberapa dekade," kata McIlroy.

Meski banyak pembicaraan mengenai green yang lebih lambat pada dua putaran pertama, fakta menunjukkan hanya sedikit pemain yang mampu mencatat skor di bawah par. Dengan kondisi yang kini semakin cepat dan keras, skor tinggi diperkirakan akan semakin sering muncul pada putaran akhir US Open 2026.

Artikel Tag: PGA tour, shinnecock hills, US Open 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru