WBO Dikecam Usai Zhanibek Alimkhanuly Positif Doping
Zhanibek Alimkhanuly
Berita Tinju: Organisasi tinju dunia WBO menjadi sorotan tajam setelah mengumumkan keputusan kontroversial terkait juara kelas menengah mereka, Zhanibek Alimkhanuly. Petinju asal Kazakhstan itu diketahui positif menggunakan meldonium pada November 2025, zat yang termasuk dalam daftar terlarang peningkat performa.
Akibat temuan tersebut, duel yang semula dijadwalkan melawan Erislandy Lara pada 6 Desember 2025 dibatalkan. Namun hingga kini, Texas Combative Sports Program selaku komisi yang berwenang dalam kasus tersebut belum mengumumkan secara resmi apakah akan menjatuhkan sanksi tambahan di luar keputusan badan tinju.
WBO melalui komite kejuaraannya justru menetapkan bahwa Alimkhanuly akan menjalani skorsing selama satu tahun, tetapi tetap mempertahankan statusnya sebagai juara dunia. Setelah masa hukuman berakhir, ia diwajibkan menghadapi pemenang laga Denzel Bentley melawan Endry Saavedra yang akan memperebutkan gelar interim WBO pada 4 April mendatang.
Selain sabuk WBO, Alimkhanuly juga memegang gelar IBF kelas menengah 160 pon. Hingga kini, IBF belum mengeluarkan pernyataan resmi apakah akan mencopot gelarnya atau tidak. Fakta bahwa Alimkhanuly tetap menyandang sabuk WBO meski gagal dalam tes doping memicu perdebatan luas di kalangan penggemar dan pelaku tinju.
Pelatih asal Skotlandia, Billy Nelson, termasuk yang menyuarakan kekecewaan di media sosial. “Ini benar benar keliru. Silakan saja pakai zat terlarang, seolah tidak akan ada konsekuensinya. Ini lelucon,” tulisnya dengan nada geram.
Sejumlah warganet lain mempertanyakan logika keputusan tersebut. Ada yang menyebut kebijakan itu membingungkan karena seorang petinju bisa diskors akibat doping namun tetap memegang gelar sampai masa hukumannya selesai. Bahkan muncul desakan agar otoritas tinju menerapkan hukuman seumur hidup bagi pelanggaran serupa guna menjaga integritas olahraga.
Meski WBO telah menjatuhkan skorsing satu tahun, kemungkinan sanksi lebih berat masih terbuka apabila Texas Combative Sports Program memutuskan mengambil langkah berbeda. Situasi ini menempatkan kasus Zhanibek Alimkhanuly sebagai salah satu kontroversi terbesar di kelas menengah dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menguji konsistensi badan tinju dalam menegakkan aturan anti doping.
Artikel Tag: WBO, IBF, kasus doping