All England 2026: Kesempatan Pearly/Thinaah Ukir Sejarah
Pearly Tan-M Thinaah/[Foto:NST]
Birmingham - Lima kemenangan. Hanya itu yang memisahkan Pearly Tan / M. Thinaah dari sejarah sebagai juara ganda putri pertama Malaysia di ajang bergengsi All England.
Pasangan peringkat 2 dunia ini tiba di Birmingham dengan momentum dan keyakinan, tetapi jalan mereka menuju kejayaan dimulai dengan ujian berat hari ini melawan pasangan Jepang Arisa Igarashi-Chiharu Shida – kombinasi yang menyimpan kenangan pahit.
Chiharu Shida, selama kemitraannya sebelumnya dengan Nami Matsuyama, mendominasi pasangan Malaysia tersebut dengan 13 kemenangan dalam 16 pertemuan dan menyingkirkan mereka dari turnamen tahun lalu.
Meskipun dengan pasangan baru, Shida tetap menjadi rintangan besar. Duo Jepang itu sudah mengalahkan Pearly-Thinaah di Denmark Open Oktober lalu, yang menggarisbawahi besarnya tugas yang ada di depan.
Pelatih ganda putri Rosman Razak menegaskan bahwa anak didiknya harus siap bertempur sejak kok pertama dilempar.
“Setiap turnamen berbeda. Persiapan itu penting, tetapi kondisi pertandingan dan perubahan taktik dapat menentukan segalanya,” katanya.
“Mereka harus tetap fokus karena lawan menyesuaikan diri seiring berjalannya babak.”
“Mereka sudah sering bermain di sini, tetapi kondisinya tetap akan berbeda dan begitu pula lawannya. Kita tidak tahu bagaimana persiapan lawan atau apa yang telah mereka tambahkan ke dalam permainan mereka,” kata Rosman.
Rosman menekankan bahwa bukan hanya Igarashi-Shida yang harus mereka awasi. Pearly-Thinaah, katanya, harus tetap waspada terhadap perubahan taktik setiap lawan sepanjang turnamen, karena kesadaran seperti itu bisa terbukti menentukan begitu mereka melangkah ke lapangan.
“Lawan kami cenderung mengubah gaya bermain mereka seiring berjalannya turnamen,” tambah Rosman.
Ini akan menjadi tugas berat bagi Pearly dan Thinaah meskipun mereka berstatus sebagai pemain peringkat 2 dunia.
Sejak debut mereka di All-England pada tahun 2021, mereka belum pernah melaju lebih jauh dari perempat final.
Tahun ini, mereka bertekad untuk mengubah narasi tersebut dan mengubah potensi menjadi trofi.
Pasangan muda Ong Xin Yee dan Carmen Ting juga akan beraksi, menghadapi ujian berat melawan runner-up tahun lalu, Yuki Fukushima dan Mayu Matsumoto.
Artikel Tag: Pearly Tan, Rosman Razak, M Thinaah, Chiharu Shida, All England 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/badminton/all-england-2026-kesempatan-pearlythinaah-ukir-sejarah
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini