Atlet Tuan Rumah Akan Rebut Kembali Dominasi Lee Chong Wei di Malaysia Open

Penulis: Yusuf Efendi
Sabtu 03 Jan 2026, 01:30 WIB - 101 views
Pemain Tuan Rumah Akan Rebut Kembali Dominasi Lee Chong Wei di Malaysia Open

Lee Chong Wei/[Foto:NST]

Ligaolahraga.com -

Berita Badminton : Ada suatu masa ketika gelar tunggal putra Malaysia Open hampir terasa ditakdirkan untuk tetap berada di dalam negeri. Para pahlawan lokal saling bertarung memperebutkannya, dan kebanggaan Malaysia terasa di setiap pawai.

Bagi Datuk Foo Kok Keong, kenangan itu masih melekat jelas. Mantan bintang nasional itu menjadi runner-up pada tahun 1990 dan 1991, kalah dalam kedua final yang mempertemukan dua tim Malaysia tersebut dari Datuk Rashid Sidek.

Saat itu, kedalaman pemain tunggal putra Malaysia tidak perlu diragukan lagi. Sejak dimulainya era Terbuka turnamen pada tahun 1983, negara ini telah menghasilkan para pemenang seperti Misbun Sidek (1985), Rashid (1990–1992), Ong Ewe Hock (1996, 2001), James Chua (2002), dan — yang paling terkenal — Datuk Seri Lee Chong Wei, yang memecahkan rekor dengan 12 gelar antara tahun 2004 dan 2018 yang menjadikan turnamen ini sebagai benteng pribadinya.

Namun, lanskapnya telah berubah secara dramatis. Sejak kemenangan terakhir Chong Wei pada tahun 2018, Malaysia tidak hanya gagal memenangkan gelar tunggal putra. Belum ada pemain tuan rumah yang berhasil mencapai perempat final — sebuah catatan buruk menjelang Malaysia Open yang akan membuka musim depan di Axiata Arena, Bukit Jalil.

Kok Keong, yang merupakan anggota skuad pemenang Piala Thomas 1992, mengakui bahwa kontras tersebut sulit diabaikan.

"Saya harap para pemain kami bisa tampil baik. Ganda putra dan putri kami masih tampil cukup baik. Terutama nomor tunggal yang perlu mengejar ketertinggalan," kata Kok Keong.

"Kami memiliki dua pemain tunggal putra yang bermain di sini, dan karena ini adalah kandang kami, saya sangat berharap mereka memberikan yang terbaik dan tidak pernah menyerah."

Dengan kembalinya peraih medali perunggu Olimpiade Paris, Lee Zii Jia, setelah absen lama dan Leong Jun Hao yang masih mencari konsistensi setelah tahun 2025 yang penuh tantangan, ekspektasi pun wajar jika menjadi lebih terkendali.

Namun Kok Keong percaya bahwa lingkungan Malaysia Open seharusnya tetap memicu sesuatu yang lebih dalam.

"Bermain di kandang sendiri memang membantu, tetapi kepercayaan diri datang dari diri sendiri," katanya.

"Pelatih dapat membimbing Anda, tetapi disiplin dan usaha harus datang dari pemain," tegasnya.

Pria berusia 61 tahun itu mencatat bahwa bulu tangkis modern jauh lebih kompetitif, dengan lebih banyak negara yang mampu menghasilkan pemain tunggal kelas dunia.

"Banyak negara memiliki pemain-pemain muda berbakat. Anda harus menganalisis lawan, tetap tangguh, dan jangan pernah menyerah," katanya.

Kok Keong berharap ekosistem yang lebih luas — mulai dari manajemen BA Malaysia hingga pelatihan dan komitmen individu — akan selaras untuk mengembalikan kekuatan tradisional tunggal putra di negara ini.

"Untuk nomor tunggal, saya hanya berharap melihat para pemain bangkit kembali," tambahnya.

"Membangun pemain tunggal yang bagus bukanlah hal mudah. ​​Secara fisik dan mental, semuanya harus kuat."

Seiring dengan terus berkembangnya olahraga ini, Kok Keong juga mengamati dengan saksama persiapan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) untuk meninjau kembali proposal pengenalan kembali format penilaian 15 poin (tanpa over servis) pada Rapat Umum Tahunan mereka di bulan Mei.

Dia percaya bahwa perubahan seperti itu—jika disetujui—dapat membentuk cara generasi berikutnya belajar untuk bersaing.

"Lima belas poin, tanpa satu pun servis yang berhasil, mungkin terdengar lebih singkat, tetapi secara mental lebih sulit," katanya.

"Setiap reli itu penting. Ruang untuk kesalahan semakin sempit, jadi konsentrasi dan disiplin harus lebih tinggi."

Artikel Tag: lee chong wei, Malaysia Open 2026

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/badminton/atlet-tuan-rumah-akan-rebut-kembali-dominasi-lee-chong-wei-di-malaysia-open
101
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini