Christo Popov Sebut Kemenangannya di World Tour Finals Bukankah Kebetulan
Christo Popov/[Foto: Badminton Europe]
Berita Badminton : Pemain peringkat 7 dunia Christo Popov mengatakan kebangkitan bulu tangkis Prancis adalah hasil dari pengembangan pemain junior yang sabar selama satu dekade dan transisi sukses para talenta muda ke jajaran elit.
Meskipun tersingkir lebih awal di Malaysia Open pada hari Selasa, juara World Tour Finals itu mengatakan bahwa kehadiran Prancis di jajaran teratas dunia membuktikan bahwa perencanaan jangka panjang membuahkan hasil.
Christo Popov gagal melaju ke babak kedua setelah kalah 21-13, 19-21, 21-23 dari Lee Cheuk Yiu asal Hong Kong di Axiata Arena.
"Secara keseluruhan, tahun 2025 merupakan tahun yang baik bagi saya, terutama enam bulan terakhir," kata Popov.
"Namun di level ini, setiap pemain di 32 besar sangat kuat. Dalam turnamen Super 1000, babak pertama selalu sulit. Menjadi favorit di atas kertas tidak berarti apa-apa."
Christo Popov mengatakan kekalahan itu tidak mengurangi kemajuan tunggal putra Prancis. Ia menyebut generasi pemain yang dikembangkan lima hingga sepuluh tahun lalu, yang didukung oleh dukungan terstruktur, sebagai fondasi kesuksesan mereka saat ini.
"Banyak negara memiliki pemain junior yang bagus, tetapi langkah tersulit adalah menjadi pemain elit," katanya.
"Di Prancis, kami berhasil mencapai langkah itu. Saat ini, kami memiliki tiga pemain tunggal putra di peringkat 15 dunia, dan itu sangat berarti.".
Kedalaman skuad Prancis ditunjukkan oleh kebangkitan Popov dan munculnya Alex Lanier, pemain peringkat 8 dunia.
Christo Popov mencatat bahwa perkembangannya, dan juga perkembangan saudaranya Toma Junior, sebagian besar terjadi di luar sistem nasional.
Kakak beradik ini telah beroperasi secara independen sejak tahun 2017, membangun tim pelatihan dan dukungan mereka sendiri.
Toma Junior juga tersingkir di babak pertama setelah kalah dengan skor 14-21, 21-14, 5-21 dari Kento Nishimoto asal Jepang.
"Kami telah menjadi pemain independen sejak hari pertama," kata Popov.
"Tim di sekitar kami telah berkembang bersama kami sejak 2017. Para pemain dan pelatih semuanya telah berkembang, dan itu telah meningkatkan level kami secara keseluruhan."
Popov mengatakan fokus sekarang beralih ke turnamen berikutnya, di mana konsistensi tetap menjadi faktor penentu.
"Di level ini, yang terpenting adalah siapa yang lebih baik di momen-momen penting," tambahnya. "Hari ini, dia tampil lebih baik di akhir pertandingan."
Perjalanan pasangan Popov di Malaysia Open berlanjut pada hari Rabu di nomor ganda putra untuk menghadapi pasangan Taiwan Chen Zhi Ray-Lin Yu Chieh.
Artikel Tag: Christo Popov, Toma Junior Popov, Malaysia Open 2026, Prancis
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/badminton/christo-popov-sebut-kemenangannya-di-world-tour-finals-bukankah-kebetulan
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini