Erfan Majeed Hajibeigy Terinspirasi Pencapaian Idolanya Lee Chong Wei
Erfan Majeed Hajibeigy/[Foto:Thestar]
Konon, sekolah menentukan jalan masa depanmu, tetapi pemain bulu tangkis nasional dan Wilayah Federal, Erfan Majeed Hajibeigy, tidak menyangka betapa besar perubahan yang akan ditimbulkan sekolah dalam hidupnya.
Pemuda berusia 19 tahun itu memasuki sekolah menengah dengan minat yang besar pada sepak bola, tetapi sekarang ia meraih medali emas Sukma (Pekan Olahraga Malaysia) di cabang bulu tangkis beregu putra pada hari Kamis di Setia City Convention Centre.
“Saya mengetahui bahwa Datuk Seri Lee Chong Wei dulu berlatih di sekolah saya dan termotivasi untuk ikut bermain tenis,” kata alumni Taylor's International School Kuala Lumpur (dahulu Sekolah Sri Garden) tersebut.
Erfan turut berperan dalam kemenangan timnya 3-1 atas Penang dengan mengalahkan Tan Kean Wei 21-17, 11-21, 24-22.
Saat ini menduduki peringkat ke-218 di dunia, Erfan mengaitkan transisinya yang mulus ke bulu tangkis dengan latar belakang olahraganya yang beragam, yang meliputi sepak bola, bola voli, bola basket, dan bisbol.
Erfan menambahkan bahwa keputusan untuk beralih dari sepak bola juga dipengaruhi oleh aspek fisik.
“Saya sering mengalami cedera selama bermain sepak bola. Saya dan orang tua saya memutuskan bahwa dalam jangka panjang akan lebih baik bagi saya untuk menekuni bidang ini.”
Sayangnya, Erfan Majeed Hajibeigy masih merasakan efek jangka panjang dari cedera lutut iliotibial band yang dialaminya di masa lalu.
“Saya merasakan sedikit nyeri setelah pertandingan. Jadi saya harus lebih banyak melakukan pemulihan.”
Meskipun kalah dengan skor 21-9, 18-21, 21-23 dari Lee Yen Wei dari Melaka di nomor tunggal putra kemarin, Erfan Majeed Hajibeigy yakin bahwa meraih medali emas di ajang perdananya ini akan meningkatkan kepercayaan dirinya di kompetisi mendatang.
Artikel Tag: lee chong wei, Penang, Sukma, Erfan Majeed Hajibeigy
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/badminton/erfan-majeed-hajibeigy-terinspirasi-pencapaian-idolanya-lee-chong-wei
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini