Indonesia Open 2026: Devin/Rayhan Tak Puas Dengan Debutnya di Super 1000
Devin Artha Wahyudi-Ali Faathir Rayhan/[Foto:PBSI]
Pasangan muda Pelatnas Cipayung, Devin Artha Wahyudi / Ali Faathir Rayhan mengawali turnamen kandang Indonesia Open 2026 BWF World Tour Super 1000 dengan buruk setelah mengalami kekalahan melawan wakil asal Taiwan, Zhi Wei He / Huang Jui Hsuan.
Devin Artha Wahyudi / Ali Faathir Rayhan yang tampil di hadapan para penggemar tuan rumah, gagal memanfaatkan keunggulan di game kedua hingga harus menyerah rubber game dengan skor 21-13, 19-21 dan 11-21, dalam pertandingan yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta pada Rabu (3/6) sore WIB.
“Tadi sebenarnya dari awal cara mainnya sudah benar di game pertama dan game kedua. Tadi pas game kedua terakhir, pas 17-18, tiba-tiba langsung hilang. Terus game ketiga, kita kayak langsung tertekan terus. Musuh juga lebih enak mainnya,” ungkap Devin kepada awak media.
“Kalau tadi kan saat pertama kan mereka sudah tertekan, mungkin karena PD di game kedua, jadi mereka lebih enak di game ketiga. Sementara kami tertekan,” kata Devin lagi.
Devin / Rayhan menyusul Fajar AlfianMuhammad Shohibul Fikri yang lebih dulu tersingkir di babak pertama turnamen berhadiah total USD 1.450.000 atau berkisar 25 miliar rupiah itu.
“Untuk pressure sebenarnya enggak, cuma mungkin lebih ke grogi aja sih. Mungkin pertama-tama kan, merasakan atmosfer Istora, ramai banget pendukungnya,” ujar Faathir.
“Di Indonesia Masters (2026) mungkin nggak seramai ini. Vibesnya juga berbeda karena ini Super 1000,” lanjut Faathir.
Sebelumnya pasangan ganda putra terbaik Merah Putih peringkat 2 dunia, Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri gagal melangkah lebih jauh di kandang sendiri Indonesia Open 2026 BWF World Tour Super 1000 setelah menyerah dari wakil asal China, Chen Bo Yang / Liu Yi.
Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri harus mengakui keunggulan Chen Bo Yang / Liu Yi lewat pertandingan mudah dua game langsung dengan skor 13-21 dan 14-21.
"Terima kasih untuk yang sudah dukung kami, mohon maaf kami belum bisa maju ke babak selanjutnya. Lawan bermain sangat siap sekali, sangat baik sekali. Mereka bermain defense balik serang dan mempunyai defense yang sangat rapat," kata Fajar melalui siaran pers Humas PP PBSI.
"Serangan kami juga tidak bisa menembus pertahanan mereka. Kami mau cepat-cepat mematikan, malah jadi bumerang buat kami sendiri. Kami banyak melakukan kesalahan sendiri," tambahnya.
Kekalahan ini tentu sangat mengecewakan bagi Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri yang pekan lalu meraih runner-up Singapore Open 2026 dan pekan ini naik ke peringkat 2 dunia.
Artikel Tag: PBSI, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Devin Artha Wahyudi, Indonesia Open 2026, Ali Faathir Rayhan
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/badminton/indonesia-open-2026-devinrayhan-tak-puas-dengan-debutnya-di-super-1000
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini