Jepang dan Malaysia Mainkan Taktik Psikologis di Laga Terakhir Penyisihan Piala Thomas 2026
Kodai Naraoka/[Foto:AFP]
Baik Malaysia maupun Jepang tampaknya terlibat dalam pertempuran psikologis yang halus menjelang pertandingan terakhir Grup B mereka di Final Piala Thomas 2026 di Forum Horsens, besok.
Dengan kedua tim sudah lolos ke perempat final, pertandingan krusial ini akan menentukan siapa yang akan memuncaki grup dan membawa momentum ke babak gugur.
Meskipun Jepang kehilangan pemain ganda andalan Yugo Kobayashi, pemain ganda putra nomor satu nasional Soh Wooi Yik percaya bahwa juara tahun 2014 itu masih memiliki keunggulan, terutama semangat juang mereka sebagai kekuatan utama.
"Saya pikir Jepang memiliki standar mereka sendiri dan keunggulan mereka adalah semangat juang mereka. Mereka sangat kuat dan sangat percaya diri," katanya kepada Bernama.
Sejarah terkini di turnamen bergengsi ini menunjukkan bahwa juara tahun 2014, Jepang, kesulitan melawan Malaysia, menderita kekalahan beruntun dari juara lima kali tersebut di Bangkok 2022 dan Chengdu 2024.
Namun, di atas kertas, tim sakura tampak lebih kuat di nomor tunggal, dengan pemain peringkat 9 dunia Kodai Naraoka, peringkat 20 dunia Koki Watanabe, dan Yudai Okimoto (peringkat 37).
Di sisi lain, Malaysia tampak kurang tangguh di nomor tunggal, dengan pemain peringkat 25 dunia Leong Jun Hao memimpin bersama Justin Hoh (peringkat 44 dunia), Aidil Sholeh Ali Sadikin (peringkat 51), dan pemain bulu tangkis profesional Lee Zii Jia (peringkat 82 dunia).
Sebaliknya, Malaysia memiliki keunggulan yang lebih kuat di nomor ganda, yang dipimpin oleh juara dunia 2022 Aaron Chia / Soh Wooi Yik, pasangan peringkat 6 dunia Man Wei Chong / Tee Kai Wun, serta duo profesional dan pasangan peringkat 7 dunia Goh Sze Fei / Nur Izzuddin Rumsani.
Baru-baru ini, Jepang mengalami pukulan besar menyusul mundurnya Kobayashi karena cedera, faktor yang dapat memengaruhi kiprah mereka seiring berjalannya turnamen.
Kobayashi kemudian digantikan oleh Hiroki Midorikawa.
Pemain ganda Jepang lainnya termasuk pasangan Kobayashi, Takuro Hoki serta peringkat 24 dunia Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi dan peringkat 30 dunia Takumi Nomura/Yuichi Shimogami.
Sementara itu, pemain tunggal putra peringkat 19 dunia, Yushi Tanaka, mengatakan bahwa Malaysia tidak akan menjadi lawan yang mudah karena mereka memiliki kualitas untuk menantang mereka sepanjang pertandingan.
"Malaysia adalah tim yang kuat, tim yang bagus, dan kita harus melakukan apa pun yang kita bisa. Maka kita mungkin memiliki peluang bagus. Jadi kita akan melakukan segala upaya untuk menang," katanya.
Meskipun mengakui bahwa absennya Kobayashi merupakan sebuah kemunduran, Kumagai mengatakan bahwa ini akan menjadi kesempatan bagus bagi skuad saat ini untuk membuktikan kedalaman mereka.
"Bahkan tanpa dia (Kobayashi) kami bisa menunjukkan kemampuan kamiā¦kami ingin menang," katanya.
Malaysia memulai kampanye Grup B mereka dengan mengalahkan Inggris 3-2 Sabtu lalu, diikuti dengan kemenangan 4-1 atas Finlandia kemarin.
Jepang menghancurkan Inggris dan Finlandia dengan skor identik 5-0.
Artikel Tag: jepang, Leong Jun Hao, Lee Zii Jia, Nur Izzuddin Rumsani, Goh Sze Fei, Soh Wooi Yik, Aaron Chia, Koki Watanabe, Kodai Naraoka, Yugo Kobayashi, Piala Thomas 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/badminton/jepang-dan-malaysia-mainkan-taktik-psikologis-di-laga-terakhir-penyisihan-piala-thomas-2026
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini